Rupiah Berbalik Melemah, Ditutup di Level Rp17.715 per Dolar AS
Jakarta, Poroskeadilan.com. — Tren penguatan rupiah terhenti pada perdagangan Senin (24/8/2026). Setelah tiga hari berturut-turut menguat, nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengacu data Refinitiv, rupiah ditutup turun 0,17 persen atau terdepresiasi 25 poin dari posisi pembukaan. Mata uang Garuda pun berakhir di level Rp17.715 per dolar AS.
Padahal, pada awal perdagangan, rupiah sempat menguat tipis 0,03 persen ke level Rp17.680 per dolar AS. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan perdagangan.
Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat semakin menguat.
Pada pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,17 persen ke level 98,969. Penguatan tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada pagi hari yang tercatat sebesar 0,03 persen.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang turut memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan ini.
Sumber: Inilah.com
Editor : Doni
🗓️ Agustus 23, 2026
🗓️ Agustus 20, 2026