Jakarta, Poroskeadilan.com. — Pemerintah terus memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, lima pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Jumat siang (21/8/2026).
Selain lima pesawat tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah armada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat-pesawat tersebut disiapkan untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan perkembangan situasi di lapangan.
Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi dengan potensi kebakaran tinggi.
Keenam provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Operasi udara dilakukan secara intensif untuk menjangkau sekaligus memadamkan titik-titik api yang sulit ditangani dari darat.
Pada Kamis dan Jumat, 20–21 Agustus 2026, armada BNPB bersama TNI melaksanakan operasi water bombing dengan mengerahkan pesawat untuk menjatuhkan air dari udara ke lokasi karhutla.
Penguatan operasi udara tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran di wilayah terdampak.
Selain memadamkan api, pemerintah juga berupaya menekan dampak kabut asap yang ditimbulkan karhutla. Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak.
Sumber: BPMI Setpres
Editor : Doni