Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen di Semester I 2026, Pemerintah Kejar Target 6 Persen

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen di Semester I 2026, Pemerintah Kejar Target 6 Persen

👤 Oleh Redaksi
🕒 Agustus 24, 2026
🗂️ Ekonomi
Image : Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang semester I 2026 masih menunjukkan tren positif.

Jakarta, Poroskeadilan.com.  — Ketidakpastian perekonomian global masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Pemerintah pun terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar target pertumbuhan mendekati 6 persen pada akhir 2026 dapat tercapai.

 

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang semester I 2026 masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tercatat 5,61 persen, sementara kuartal II mencapai 5,29 persen.

 

Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai rata-rata 5,45 persen.

 

“Semester I tumbuh 5,45 persen, tertinggi dalam 13 tahun terakhir, termasuk di antara negara-negara anggota G20,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (24/8/2026).

 

Menurut Airlangga, Presiden Prabowo Subianto telah meminta pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar mendekati 6 persen pada akhir tahun.

 

“Menjelang akhir tahun, Presiden Prabowo meminta kita mendorong supaya mendekati 6 persen di akhir tahun. Dan tentu ini bisa menjadi tantangan dan juga harus kerja keras,” katanya.

 

Meski mencatat kinerja positif, Airlangga mengakui tantangan eksternal masih cukup besar. Konflik di kawasan Selat Hormuz serta perang dagang global dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap aktivitas perdagangan Indonesia, khususnya ekspor dan impor, serta investasi.

 

Di tengah ketidakpastian global tersebut, kondisi fiskal Indonesia disebut masih berada dalam kondisi solid. Pendapatan negara pada semester I 2026 tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Sementara itu, belanja negara tumbuh 18,2 persen. Adapun defisit anggaran masih terjaga pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Pemerintah juga telah menetapkan sejumlah asumsi ekonomi makro untuk 2027. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen, dengan inflasi sebesar 2,5 persen.

 

Selain itu, pemerintah menargetkan tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen dan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

 

Sumber: Inilah.com

Editor : Doni