OJK: Kredit Perumahan Tumbuh 4,99 Persen hingga Mei 2026, Ditopang Program FLPP
Jakarta, Poroskeadilan.com. – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perumahan nasional tetap positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hingga Mei 2026, kredit perumahan tumbuh 4,99 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi salah satu pendorong utama.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sektor pembiayaan perumahan masih memiliki daya tahan yang kuat meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global.
“Pertumbuhan kredit perumahan tercatat naik 4,99 persen year-on-year. Salah satu motor penggerak utama yang mendorong penyaluran kredit perumahan ini adalah program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP,” ujar Friderica dalam peluncuran Optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Gedung Menara Radius Prawiro, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menjelaskan, pertumbuhan kredit perumahan terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, tekanan terhadap nilai tukar, hingga perubahan arus modal yang berlangsung cepat.
Meski demikian, OJK memastikan kondisi sektor jasa keuangan nasional tetap solid. Industri keuangan dinilai masih memiliki permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang terjaga sehingga mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.
“Kondisi ini memberikan ruang yang luas bagi sektor jasa keuangan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Termasuk di dalamnya mendukung percepatan program tiga juta rumah serta pengembangan sektor UMKM,” kata Friderica.
Selain pertumbuhan kredit perumahan, OJK juga mencatat total penyaluran kredit perbankan hingga Mei 2026 mencapai Rp8.918 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja intermediasi perbankan yang tetap kuat di tengah tantangan ekonomi global.
Editor : Doni