Program “Bantu Rakyat” Tetap Jalan, ASN Bengkulu Andalkan Inovasi dan Kolaborasi
Bengkulu, Poroskeadilan.com – Komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menjalankan program unggulan “Bantu Rakyat” terus diperkuat, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Semangat pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.
Program yang diinisiasi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian ini tidak hanya bertahan, tetapi juga terus dioptimalkan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sinergi menjadi strategi utama agar program tetap berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam rapat evaluasi di Ruang Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (20/4/2026), Sekretaris Daerah Herwan Antoni menegaskan bahwa peran ASN sangat menentukan keberhasilan program tersebut.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya menyoroti capaian, tetapi juga mengukur sejauh mana dukungan OPD terhadap program strategis nasional dan prioritas daerah, khususnya “Bantu Rakyat”.
Di tengah keterbatasan anggaran, seluruh OPD didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penguatan dilakukan melalui sektor pajak, retribusi, hingga pemanfaatan potensi zakat.
Menariknya, program “Bantu Rakyat” kini juga dijalankan melalui berbagai skema non-APBD yang langsung menyentuh masyarakat. Di antaranya program sedekah nasi bungkus (Sinabung), zakat profesi ASN, infak harian, hingga gerakan orang tua asuh.
Tak hanya fokus pada bantuan sosial, Pemprov Bengkulu juga memperkuat aspek pembinaan mental dan spiritual ASN melalui kegiatan Retret Merah Putih. Program ini bertujuan membangun integritas, empati, dan kepedulian sosial aparatur.
Herwan menegaskan bahwa berbagai program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya harus terus dimaksimalkan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemprov Bengkulu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tengah mengkaji perluasan penghimpunan zakat, termasuk rencana penerapan zakat sebesar 2,5 persen bagi pelaku usaha.
Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Romli bin Ronan, mengungkapkan bahwa zakat profesi ASN saat ini telah mencapai sekitar Rp800 juta setiap bulan. Dana tersebut disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang terus diperkuat di Bengkulu.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, program “Bantu Rakyat” diharapkan terus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Penulis: Murdani
Editor: Hari Budi
📌 Artikel Terkait
-
Tak Sekadar Berkembang, Bengkulu Kini Jadi Daerah Kompetitif Nasional🗓️ April 20, 2026
-
-
Helmi Hasan: Pendidikan Tak Hanya Akademik, Karakter Jadi Prioritas🗓️ April 20, 2026