Tiga Tahun Rusak, Jembatan Gantung Air Gading Bengkulu Utara Akhirnya Diperbaiki

Tiga Tahun Rusak, Jembatan Gantung Air Gading Bengkulu Utara Akhirnya Diperbaiki

👤 Oleh Redaksi
🕒 September 2, 2026
Image : Kondisi Jembatan Gantung di Desa Air Gading, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara saat di perbaiki.

Bengkulu Utara, Poroskeadilan.com. – Jembatan Gantung di Desa Air Gading, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, yang rusak dan lapuk selama sekitar tiga tahun akhirnya diperbaiki melalui gotong royong yang melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

 

Jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju permukiman. Selama kondisinya rusak, warga terpaksa memanggul hasil panen menyeberangi sungai atau menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh sehingga menambah biaya transportasi.

 

Sebelumnya, jembatan itu juga sempat terputus akibat diterjang banjir. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir saat melintas dan menyulitkan mobilitas warga selama bertahun-tahun.

 

Dalam kegiatan gotong royong, perbaikan difokuskan pada bagian-bagian vital jembatan, seperti pengelasan plat besi yang rusak dan penggantian papan kayu lantai jembatan yang telah lapuk dengan material baru.

 

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan warga.

 

> “Hari ini kami bersama jajaran PJU Polres, Camat, Kades, Babinsa, dan masyarakat Desa Air Gading bergotong royong memperbaiki jembatan gantung ini. Perbaikan teknis seperti pengelasan plat yang rusak dan penataan papan kayu sangat penting dilakukan demi menjamin keselamatan warga saat melintas,” ujar Bakti, Selasa (1/9/2026).

 

Menurutnya, keberadaan jembatan itu sangat penting karena menjadi salah satu jalur utama yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian.

 

> “Jembatan ini menjadi jalur utama masyarakat untuk beraktivitas dan mengangkut hasil pertanian. Ketika jembatan rusak, tentu masyarakat harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh dan membutuhkan biaya tambahan. Karena itu, kami bersama-sama melakukan perbaikan agar akses masyarakat bisa kembali lebih aman dan lancar,” katanya.

 

Bakti menambahkan, perbaikan tersebut bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

 

> “Melalui gotong royong ini, kita tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memupuk kebersamaan dan kemitraan antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat. Harapan kita bersama, jembatan ini menjadi lebih aman digunakan untuk aktivitas harian warga,” tambahnya.

 

Dengan selesainya perbaikan, Jembatan Gantung Desa Air Gading diharapkan kembali menjadi akses yang aman dan lancar bagi masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Editor : Doni