Bupati Bengkulu Selatan Pastikan Tambahan Kuota Pupuk Bersubsidi Mulai Disalurkan
Bengkulu Selatan.com. – Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin memastikan tambahan kuota pupuk bersubsidi yang berhasil diperjuangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan mulai disalurkan kepada para petani.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Bupati Rifai bersama Kepala Dinas Pertanian Binagransyah, didampingi penyuluh pertanian dan unsur Forkopimca, meninjau langsung kios pupuk resmi di Desa Gunung Ayu, Kecamatan Seginim, Senin (3/8/2026).
Kedatangan rombongan disambut antusias para petani yang tergabung dalam kelompok tani penerima pupuk bersubsidi. Mereka mengaku lega karena tambahan kuota yang sebelumnya dijanjikan kini mulai direalisasikan.
Bupati Rifai menjelaskan, tambahan kuota tersebut merupakan hasil usulan Pemkab Bengkulu Selatan kepada pemerintah pusat melalui Pupuk Indonesia. Tambahan yang diperoleh mencapai sekitar 900 ton pupuk urea, sehingga kuotanya meningkat dari 3.800 ton menjadi 4.700 ton. Sementara kuota pupuk NPK bertambah 1.500 ton, dari 3.851 ton menjadi 5.351 ton atau meningkat sekitar 40 persen.
“Tambahan kuota ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjawab keluhan petani terkait keterbatasan pupuk bersubsidi. Ke depan, kami akan terus memperjuangkan agar kuota pupuk di Bengkulu Selatan semakin bertambah sesuai kebutuhan petani,” ujar Rifai.
Ia menjelaskan, petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi harus tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), serta mengelola lahan maksimal dua hektare.
Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) tahun 2026, pupuk urea ditetapkan sebesar Rp90 ribu per karung ukuran 50 kilogram, sedangkan pupuk NPK Phonska dijual Rp92 ribu per karung ukuran 50 kilogram.
Khusus di Kecamatan Seginim, Desa Gunung Ayu memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sekitar 50 ton. Menurut Rifai, pemerintah daerah akan terus berupaya menambah kuota pupuk guna mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain memastikan ketersediaan pupuk, Pemkab Bengkulu Selatan juga mendorong peningkatan produktivitas melalui program Indeks Pertanaman 300 (IP 300) atau pola tanam tiga kali dalam setahun. Program tersebut didukung dengan penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta penguatan sistem irigasi.
Salah seorang petani di Kecamatan Seginim, Sofian, mengaku bersyukur atas tambahan kuota pupuk bersubsidi yang mulai disalurkan.
“Sebelumnya kami hanya mendapat satu karung pupuk, bahkan ada yang tidak kebagian sama sekali. Dengan adanya tambahan kuota ini kami sangat terbantu dan punya harapan baru untuk musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Meski demikian, Sofian mengatakan sebagian lahan pertanian di Kecamatan Seginim mulai mengalami kekurangan air akibat musim kemarau. Karena itu, pupuk yang diterima akan disimpan terlebih dahulu hingga musim hujan tiba dan masa tanam kembali dimulai.
Editor : Doni