ASKI Bengkulu Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia melalui FGD Strategi Branding
Bengkulu, Poroskeadilan.com – Komitmen untuk mengangkat kopi Bengkulu ke tingkat nasional hingga internasional kembali ditegaskan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Penguatan Branding Kopi Bengkulu Menembus Pasar Nasional dan Internasional” yang digelar di Ruang Rapat Bank Indonesia, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pelaku industri kopi dan pemangku kepentingan, di antaranya UMKM binaan Bank Indonesia, Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Budi, para barista peserta lomba yang sedang berlangsung di Bank Indonesia, perwakilan Dinas Perkebunan, serta PT Alko yang diwakili oleh Dirga.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum ASKI Bengkulu, Fernando Sijabat, hadir mewakili Ketua Umum ASKI Bengkulu, Yosia Yodan. Kehadiran ASKI Bengkulu menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap pengembangan dan penguatan identitas kopi Bengkulu agar mampu bersaing di pasar global.
Fernando Sijabat menyampaikan bahwa kopi Bengkulu memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Namun, diperlukan strategi branding yang kuat, konsisten, dan terintegrasi agar kopi Bengkulu memiliki nilai tambah di pasar nasional maupun internasional.
“ASKI Bengkulu sangat mendukung upaya kolaborasi seluruh pihak untuk membawa kopi Bengkulu lebih dikenal luas. Potensi kopi daerah kita sangat besar dan harus terus diperjuangkan agar mampu menjadi identitas unggulan Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
FGD tersebut menghasilkan beberapa poin penting yang menjadi langkah strategis pengembangan kopi Bengkulu ke depan. Salah satunya adalah rencana Bank Indonesia untuk mengadakan Festival Kopi Dataran Tinggi yang kemungkinan besar akan dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang pada Juni atau Juli 2026. Festival tersebut diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus penguatan citra kopi Bengkulu di tingkat nasional.
Selain itu, terdapat tawaran kontrak ekspor sebanyak dua kontainer kopi robusta Grade 4A dari PT Alko yang disampaikan oleh Dirga. Rencana pengiriman dijadwalkan pada Juni 2026 dengan membawa identitas Provinsi Bengkulu melalui Surat Keterangan Asal (SKA) Bengkulu. Kesempatan ini dinilai menjadi momentum penting bagi peningkatan ekspor kopi daerah.
Dalam forum tersebut, Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan terhadap UMKM di Provinsi Bengkulu. Pendampingan tersebut bertujuan mendorong peningkatan ekspor produk kopi lokal guna membantu menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah melalui peningkatan devisa negara.
Selain aspek pemasaran dan ekspor, para peserta FGD juga mengusulkan pembentukan badan usaha di kalangan petani atau kelompok tani kopi. Usulan ini bertujuan mempermudah akses bantuan alat-alat pertanian yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh para petani kopi di Bengkulu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kopi, dan lembaga keuangan dapat semakin kuat dalam mewujudkan kopi Bengkulu sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang mampu menembus pasar dunia.
Pewarta : Nurul
Editor : Doni