Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan Usai Ucapan Kontroversial saat Konferensi Pers

Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan Usai Ucapan Kontroversial saat Konferensi Pers

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 21, 2026
🗂️ HUKUM
Image : Advokat Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan dan organisasi pers setelah menuai kritik atas ucapannya kepada seorang jurnalis dalam konferensi pers terkait kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Jakarta, Poroskeadilan.com.  – Advokat Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan dan organisasi pers setelah menuai kritik atas ucapannya kepada seorang jurnalis dalam konferensi pers terkait kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui akun Instagram resminya, @hotmanparisofficial, pada Senin (20/7/2026), menyusul kecaman dari sejumlah organisasi wartawan atas pernyataannya yang berbunyi, “lu punya otak enggak sih”.

> “Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan ‘lu punya otak enggak sih’,” ujar Hotman.

 

Meski meminta maaf, Hotman menilai ucapannya tidak dikutip secara utuh. Menurutnya, sejumlah pemberitaan hanya menampilkan bagian akhir pernyataannya tanpa menyertakan konteks yang melatarbelakangi respons tersebut.

Hotman menjelaskan, insiden itu bermula ketika seorang wartawan menanyakan apakah terdapat hidden agenda dari institusi penegak hukum dalam penanganan perkara yang sedang dibahas.

Ia mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui dan tidak memiliki kapasitas untuk memberikan penilaian terkait pertanyaan tersebut. Namun, sebelum selesai memberikan penjelasan, wartawan lain kembali mengajukan pertanyaan mengenai dugaan adanya kekeliruan yang dilakukan institusi terkait.

Menurut Hotman, situasi itulah yang kemudian memicu respons emosionalnya hingga melontarkan pernyataan yang belakangan menuai sorotan publik.

Pernyataan tersebut mendapat kritik dari sejumlah organisasi pers yang menilai ucapan Hotman tidak mencerminkan sikap saling menghormati terhadap profesi jurnalis. Melalui permintaan maaf yang disampaikan secara terbuka, Hotman berharap polemik tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Editor : Doni