Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Tujuh Kerja Sama Strategis, Perkuat Hubungan Bilateral

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Tujuh Kerja Sama Strategis, Perkuat Hubungan Bilateral

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 7, 2026
🗂️ BISNIS
Image : Pertemuan Bilateral Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenkodengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Jakarta, Poroskeadilan.com. – Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra strategis Belarus di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan tersebut disampaikan usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Presiden Lukashenko menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Belarus terus menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kedua negara memiliki kesamaan visi serta saling mendukung dalam berbagai bidang kerja sama.

“Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Hubungan kedua negara semakin erat dan menunjukkan adanya kesamaan tujuan serta dukungan satu sama lain,” ujar Lukashenko.

Pertemuan bilateral tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lukashenko menyaksikan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama di berbagai sektor.

Adapun tujuh dokumen kerja sama yang disepakati meliputi:

1. Kerja sama bidang industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus.

2. Kerja sama bidang kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus.

3. Kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia dan Bank Nasional Belarus.

4. Kerja sama bidang kesehatan antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Belarus.

5. Perjanjian kerja sama ilmiah dan teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus.

6. Kerja sama pertukaran laporan intelijen terkait pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal antara PPATK RI dan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus.

7. Kerja sama bidang akreditasi nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dan Belarusian State Center for Accreditation.

 

Penandatanganan berbagai nota kesepahaman tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Belarus, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor industri, kesehatan, riset, keuangan, kebudayaan, hingga penguatan tata kelola dan keamanan keuangan.

Pemerintah kedua negara berharap implementasi berbagai kesepakatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong peningkatan hubungan ekonomi, investasi, dan kerja sama strategis di masa mendatang.

Editor : Doni