Resmi Terbentuk, DPD ASKI Bengkulu di Bawah Kepemimpinan Yosia Yodan Siap Bawa Kopi Lokal “Naik Kelas”
Bengkulu, Poroskeadilan.com – Industri kopi di Provinsi Bengkulu memasuki babak baru dengan resmi terbentuknya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Seluruh Indonesia (ASKI) Provinsi Bengkulu. Dipimpin oleh sosok pengusaha muda, Yosia Yodan, organisasi ini mengusung misi besar untuk memperkuat identitas kopi lokal agar mampu mendominasi pasar nasional hingga merambah kancah internasional.
Dalam seremoni yang berlangsung hangat di Kraving Coffee, Roasting, Coffee Bar, Bakery & Billiard, Kota Bengkulu, Rabu (29/4), Yosia Yodan mengungkapkan optimismenya terhadap potensi besar yang dimiliki Bumi Rafflesia.
“Tujuannya adalah bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kopi Bengkulu adalah salah satu yang terbaik dan harus kita branding secara serius. Kita jangan hanya bangga dengan merek nasional yang masuk, sebaliknya, kita harus bangga dengan merek lokal yang mampu menembus pasar nasional,” tegas Yosia.
Kepengurusan DPD ASKI Bengkulu saat ini diperkuat oleh lebih dari 50 pengurus yang merepresentasikan keterwakilan wilayah dari utara hingga selatan, termasuk Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, hingga Kaur.
Uniknya, ASKI Bengkulu tidak hanya diisi oleh satu lapisan pelaku usaha, melainkan sebuah ekosistem yang komprehensif, meliputi:
- Petani Kopi & Prosesor: Penjaga kualitas bahan baku.
- Q-Grader: Ahli penilai cita rasa kopi berskala profesional.
- Pedagang (Trader): Penggerak roda ekonomi dan distribusi.
- Pemilik Kedai Kopi (Coffee Shop): Ujung tombak pemasaran produk hilir.
- Resolusi Lima Tahun: Strategi Menuju Pemain Utama
Menyadari tantangan industri yang semakin kompetitif, ASKI Bengkulu telah merumuskan resolusi strategis untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Fokus utama organisasi adalah memastikan setiap elemen dalam rantai nilai kopi Bengkulu memiliki kompetensi yang mumpuni.
Poin-Poin Strategis ASKI Bengkulu:
Peningkatan Kompetensi: Menyelenggarakan pelatihan teknis dan sertifikasi bagi para pelaku industri dari hulu ke hilir.
Studi Banding: Melakukan kunjungan edukasi ke sentra kopi lain untuk mengadopsi standar kualitas global.
Penguatan Merek (Branding): Mendorong kedai kopi lokal untuk meningkatkan standar layanan dan produk agar mampu bersaing secara nasional.
“Dari hulu sampai hilir, Bengkulu harus menjadi pemain utama. Ini adalah kesempatan kita bersama untuk membangun ekosistem kopi yang lebih baik, lebih profesional, dan benar-benar naik kelas,” pungkas Yosia.
Dengan hadirnya ASKI Bengkulu, diharapkan komoditas kopi tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas mentah, melainkan produk unggulan bernilai tambah tinggi yang menjadi ikon kebanggaan Provinsi Bengkulu di mata dunia.