Babak Baru Industri Kopi Bumi Rafflesia: DPD ASKI Bengkulu 2026–2031 Resmi Dilantik, Fokus pada Hilirisasi dan Branding Lokal

Babak Baru Industri Kopi Bumi Rafflesia: DPD ASKI Bengkulu 2026–2031 Resmi Dilantik, Fokus pada Hilirisasi dan Branding Lokal

👤 Oleh Redaksi
🕒 April 29, 2026
🗂️ BISNIS

Bengkulu, Poroskeadilan.com – Industri kopi di Provinsi Bengkulu resmi memasuki era transformasi baru. Hal ini ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Seluruh Indonesia (ASKI) Provinsi Bengkulu periode 2026–2031 yang berlangsung khidmat di Ballroom Two K Azana Style Hotel Bengkulu, Rabu (29/4).

​Momentum ini menjadi titik balik penting bagi Bengkulu untuk beralih dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pemain kunci dalam rantai pasok kopi bernilai tambah tinggi (hilirisasi).

​Mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, M. Ikhwan, menekankan pentingnya identitas produk lokal. Meski Bengkulu menduduki posisi lima besar produsen kopi nasional dengan volume 70.000 hingga 85.000 ton per tahun, selama ini identitas kopi Bengkulu seringkali “hilang” karena dipasarkan melalui provinsi tetangga.

​”Ibarat punya sapi, tetapi susu yang dijual justru memakai merek orang lain,” tegas Ikhwan di hadapan para tamu undangan.

​Sebagai bagian dari “Segitiga Kopi Nasional” bersama Sumatera Selatan dan Lampung—yang menyokong 50% kebutuhan kopi tanah air—Bengkulu kini berkomitmen memperkuat hilirisasi melalui program nyata seperti “Kopi Merah Putih” di Rejang Lebong. Program ini didukung pendanaan kompensasi karbon senilai Rp23,55 miliar berbasis agroforestry, yang telah menarik perhatian internasional termasuk dari Norwegia.

​Ketua DPD ASKI Provinsi Bengkulu yang baru dilantik, Yosia Yodan, dalam pidatonya membakar semangat para pelaku UMKM untuk berani bersaing dengan brand nasional maupun global.

​Visi Utama ASKI Bengkulu 2026–2031:

  1. ​Peningkatan SDM: Pelatihan berkelanjutan bagi petani dan pengusaha kopi.
  2. ​Akses Ekspor Langsung: Membuka jalur distribusi mancanegara langsung dari Bengkulu.
  3. ​Branding Lokal: Membangun kepercayaan diri UMKM untuk menciptakan jenama yang kuat.

​”Kalau kita berpikir kalah, kita akan kalah. Namun, jika kita berpikir maju, kita akan maju,” ujar Yosia optimis.

​Ketua Panitia Pelantikan, Julian Tanel, melaporkan bahwa acara ini menjadi wadah kolaborasi bagi 40 pengurus dan pelaku usaha lintas skala. Kehadiran anggota DPR RI, perwakilan kementerian, dan para pemangku kepentingan industri lainnya memperkuat sinyal dukungan terhadap sektor ini.

​Masa depan industri kopi Bengkulu diharapkan akan semakin cerah dengan adanya rencana pembangunan kawasan industri di Pulau Baai yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi yang akan memastikan kesejahteraan petani kopi meningkat seiring dengan mendunianya cita rasa kopi asli Bumi Merah Putih.

 

🏷️ Tag: