HIPMI Bengkulu Gebrak Ekonomi Lokal: Dorong UMKM Naik Kelas di Forbisda 2026

HIPMI Bengkulu Gebrak Ekonomi Lokal: Dorong UMKM Naik Kelas di Forbisda 2026

👤 Oleh Redaksi
🕒 April 28, 2026
🗂️ BISNIS

Bengkulu, Poroskeadilan.com – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu resmi membuka perhelatan akbar Forum Bisnis Daerah (Forbisda) dan HIPMI Expo 2026. Berpusat di Yodan District II, acara ini menjadi simbol komitmen pengusaha muda untuk mengakselerasi UMKM Bumi Merah Putih agar mampu bersaing di kancah nasional.

​Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan bahwa pihaknya memegang tanggung jawab moral untuk memastikan pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar bertransformasi.

​”Kita berkomitmen membantu UMKM Bengkulu naik kelas. Namun, kuncinya adalah kompetensi. Pelaku usaha harus menjadi pengguna (user) yang kompeten melalui pelatihan berkelanjutan,” ujar Yosia di sela pembukaan acara, Senin (27/4/2026).

​Selain penguatan internal, Yosia menekankan pentingnya jejaring (networking). Forbisda 2026 menghadirkan tokoh nasional, mulai dari anggota DPR RI, staf khusus Menteri Investasi, hingga Sekjen Ikadin. Kehadiran para pakar ini bertujuan membekali pengusaha dengan pemahaman hukum yang kuat sebagai fondasi bisnis.

​Sebagai langkah konkret, HIPMI Bengkulu juga telah meluncurkan HIPMI Center sebagai pusat pembinaan dan pengembangan bagi para anggota.

​Salah satu poin strategis dalam perhelatan ini adalah kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bengkulu untuk merevitalisasi kawasan sejarah “Kampung Cina” menjadi pusat kuliner dan UMKM.

​Dwi Ressy Oktiyana, Ketua Bidang IX BPD HIPMI Bengkulu, mengapresiasi dukungan Pemkot yang membuka ruang bagi HIPMI Culinary Indonesia (HCI) untuk mengelola kawasan tersebut.

​”Kami siap membantu dari sisi pemasaran digital maupun offline agar denyut nadi ekonomi di Kampung Cina kembali hidup,” jelas Dwi.

​Senada dengan hal itu, Ketua HCI Bengkulu, M. Rofiq Akbar, menyatakan sebanyak 25 anggota HCI sudah siap berkontribusi nyata untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat UMKM yang berdaya saing.

​Pemerintah Kota Bengkulu melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Nelawati, menyambut baik inisiatif ini. Ia memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kerja sama pengelolaan kawasan agar ditangani secara profesional oleh HIPMI.

​Rangkaian acara akan berlanjut pada 29 April mendatang dengan agenda pelantikan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Bengkulu. Agenda ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi komoditas kopi unggulan Bengkulu untuk menembus pasar internasional.

​Dengan perpaduan kompetensi, jaringan, dan dukungan kebijakan, HIPMI Expo 2026 diharapkan menjadi katalisator utama bagi kebangkitan ekonomi kreatif di Provinsi Bengkulu.