OJK Bengkulu Edukasi 120 Pelajar tentang Keuangan dan Investasi Sejak Dini
Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu mengedukasi 120 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu tentang pengelolaan keuangan, dasar-dasar investasi, serta kewaspadaan terhadap penipuan di sektor jasa keuangan.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan yang digelar pada Jumat (9/10/2026) tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan kampanye World Investor Week (WIW) 2026.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan generasi muda agar mampu memahami manfaat dan risiko produk keuangan, mengelola uang secara bijak, serta mengambil keputusan investasi berdasarkan pengetahuan yang memadai.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yenni, M.Pd., mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan OJK tersebut. Menurutnya, edukasi keuangan sejak dini memberikan pengetahuan baru kepada siswa mengenai pentingnya pengelolaan uang.
“Selama ini anak-anak mungkin hanya tahu tentang uang saja. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mereka diberikan edukasi lebih terkait masalah pengelolaan keuangan,” ujar Yuliarma.
Ia menambahkan, pihak sekolah merasa bangga karena meskipun baru berusia dua tahun, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu telah mendapatkan dukungan dari berbagai mitra untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para siswa, salah satunya OJK.
Sementara itu, Asisten Direktur OJK Provinsi Bengkulu, Delpa Susianti, menegaskan bahwa literasi keuangan sejak dini penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
“OJK hadir untuk memberikan pemahaman literasi keuangan kepada anak-anak sejak dini agar kelak, setelah menyelesaikan pendidikan dan meraih kesuksesan, mampu mengelola keuangan dengan cerdas dan bijak,” kata Delpa.
Ia juga mengingatkan para siswa bahwa biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Dengan demikian, uang saku yang diberikan orang tua dapat dikelola dengan baik, termasuk disisihkan untuk ditabung sebagai persiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya setelah lulus.
Delpa menyebut para siswa SMA saat ini merupakan bagian dari Generasi Emas 2045 yang diharapkan menjadi pemimpin dan penggerak kemajuan Indonesia. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan perlu dipersiapkan sejak dini.
“Untuk itu, cerdas finansial penting untuk diberikan sejak dini,” tegasnya.
### Kenalkan Investasi Pasar Modal kepada Pelajar
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye World Investor Week yang digagas oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) melalui Committee 8 (C8), yang berfokus pada edukasi dan literasi keuangan bagi investor ritel.
OJK secara resmi bergabung sebagai anggota IOSCO Committee 8 pada 24 Februari 2016. Melalui kampanye WIW, OJK berpartisipasi dalam upaya meningkatkan edukasi dan perlindungan investor di pasar modal.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu. Edukasi juga menghadirkan Korea Investment and Sekuritas Indonesia sebagai narasumber untuk memperkenalkan layanan keuangan dan investasi saham kepada para siswa.
Perwakilan Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Fikri Aldiansyah, S.E., menyampaikan bahwa pemahaman mengenai pasar modal perlu dikenalkan kepada generasi muda agar calon investor memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum mengambil keputusan investasi.
Pengenalan investasi sejak dini diharapkan dapat membangun pemahaman bahwa setiap produk investasi memiliki karakteristik, manfaat, dan risiko yang perlu dipertimbangkan secara cermat.
### Pelajar Diingatkan Waspada Investasi Ilegal
Selain memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan investasi, OJK Provinsi Bengkulu mengingatkan para pelajar agar mewaspadai berbagai modus penipuan di sektor jasa keuangan, termasuk penawaran investasi ilegal melalui media digital dan media sosial.
OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi dan pihak yang menawarkan produk maupun layanan keuangan. Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi atau informasi keamanan akun kepada pihak yang tidak terpercaya.
Melalui kegiatan tersebut, OJK Provinsi Bengkulu berharap para pelajar memiliki literasi keuangan yang lebih baik serta mampu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan maupun mengambil keputusan investasi.
Masyarakat yang menemukan penawaran investasi, pinjaman, atau aktivitas keuangan lain yang mencurigakan maupun diduga ilegal dapat melaporkannya melalui kanal resmi OJK.
Pengaduan dan pengecekan informasi dapat dilakukan melalui Kontak OJK di nomor telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, serta surat elektronik konsumen@ojk.go.id atau satgaspasti@ojk.go.id.
Kanal tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memastikan legalitas penawaran produk dan layanan jasa keuangan sebelum masyarakat memutuskan untuk menggunakannya.
Editor : Doni