BPS Catat Ekspor Bengkulu US$13,13 Juta, Lalu Lintas Kapal Naik Penerbangan Menurun

BPS Catat Ekspor Bengkulu US$13,13 Juta, Lalu Lintas Kapal Naik Penerbangan Menurun

👤 Oleh Redaksi
🕒 Oktober 2, 2026
🗂️ Ekonomi
Image : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Sahranudin.

Bengkulu, Poroskeadilan.com.  – Perkembangan ekonomi dan aktivitas transportasi Provinsi Bengkulu pada Agustus 2026 menunjukkan dinamika yang beragam. Nilai ekspor Bengkulu mencapai US$13,13 juta dan masih mencatat pertumbuhan signifikan secara tahunan, sementara aktivitas transportasi laut dan udara bergerak dengan arah berbeda.

Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Sahranudin, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) perkembangan ekspor-impor dan transportasi Provinsi Bengkulu, Kamis (1/10/2026).

Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor Bengkulu pada Agustus 2026 mencapai US$13,13 juta. Angka tersebut turun 4,97 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai US$13,82 juta.

Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2025, nilai ekspor mengalami peningkatan signifikan sebesar 92,56 persen. Pada Agustus 2025, nilai ekspor Bengkulu tercatat sebesar US$6,82 juta.

“Nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada Agustus 2026 mencapai US$13,13 juta,” ujar Sahranudin.

BPS juga mencatat tidak terdapat aktivitas impor ke Provinsi Bengkulu pada Agustus 2026. Secara kumulatif, neraca perdagangan barang Bengkulu periode Januari-Agustus 2026 masih mencatat surplus sebesar US$55,25 juta.

Meski demikian, surplus tersebut turun 14,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$64,59 juta.

Komoditas Ekspor Bergerak Beragam

Dari sisi komoditas, sejumlah golongan barang ekspor Bengkulu mengalami penurunan selama Januari-Agustus 2026.

Penurunan terbesar terjadi pada golongan berbagai barang buatan pabrik, buah-buahan, olahan dari tepung, plastik dan barang dari plastik, serta industri pengolahan lainnya yang masing-masing turun 100 persen.

Golongan binatang hidup juga turun 98,65 persen, pakaian dan aksesorinya (rajutan) turun 93,06 persen, sedangkan karet dan barang dari karet turun 92,40 persen.

Di sisi lain, beberapa golongan komoditas mencatat peningkatan. Golongan karya seni, barang kolektor, dan barang antik naik 116,45 persen, sedangkan kayu dan barang dari kayu meningkat 108,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan Juli 2026, ekspor sektor industri pengolahan pada Agustus 2026 meningkat 180,48 persen. Sementara ekspor sektor pertambangan dan lainnya turun 6,37 persen, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 43,39 persen.

Berdasarkan negara tujuan, India menjadi pasar ekspor terbesar Bengkulu sepanjang Januari-Agustus 2026 dengan nilai US$21,97 juta atau 39,76 persen dari total ekspor.

Selanjutnya, Pakistan dengan nilai ekspor US$9,32 juta atau 16,87 persen dan Filipina sebesar US$7,77 juta atau 14,07 persen.

Aktivitas Transportasi Laut Meningkat

Sementara itu, aktivitas transportasi Bengkulu pada Agustus 2026 menunjukkan pola yang berbeda antara sektor laut dan udara.

Di sektor angkutan laut, jumlah kapal yang beraktivitas di Bengkulu mencapai 101 kapal. Jumlah tersebut meningkat 14,77 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 88 kapal.

Peningkatan juga terjadi pada aktivitas bongkar muat barang melalui Pelabuhan Pulau Baai. Volume barang yang dibongkar dan dimuat pada Agustus 2026 mencapai 313.206 ton, naik 3,04 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 303.951 ton.

“Jumlah lalu lintas angkutan laut pada Agustus 2026 tercatat 101 kapal, sedangkan lalu lintas barang yang dibongkar muat melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai 313.206 ton,” kata Sahranudin.

Namun, peningkatan lalu lintas kapal dan arus barang tersebut tidak diikuti jumlah penumpang angkutan laut.

Pada Agustus 2026, jumlah penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 1.350 orang, turun 27,73 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 1.868 penumpang.

Penerbangan dan Angkutan Barang Udara Menurun

Berbeda dengan sektor laut, aktivitas transportasi udara mengalami penurunan pada Agustus 2026.

Jumlah penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno tercatat sebanyak 401 penerbangan, turun 1,72 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 408 penerbangan.

Jumlah penumpang angkutan udara juga turun 0,68 persen. Pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 47.047 penumpang, dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 47.368 penumpang.

Penurunan lebih besar terjadi pada volume barang yang diangkut melalui Bandara Fatmawati Soekarno. Dari 121,67 ton pada Juli 2026, volumenya turun menjadi 99,05 ton pada Agustus 2026 atau berkurang 18,59 persen.

Menurut Sahranudin, perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas transportasi Bengkulu pada Agustus 2026 bergerak fluktuatif.

“Di sektor laut, jumlah kapal dan volume barang meningkat, sementara jumlah penumpang mengalami penurunan. Pada sektor udara, baik jumlah penerbangan, penumpang maupun volume barang juga mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.

Data perkembangan ekspor dan impor tersebut tercantum dalam BRS Nomor 61/10/17/Th. XXVIII yang dirilis BPS Provinsi Bengkulu pada Kamis (1/10/2026).

Secara keseluruhan, data BPS memperlihatkan aktivitas ekonomi Bengkulu pada Agustus 2026 bergerak dengan dinamika berbeda. Ekspor masih tumbuh kuat secara tahunan dan neraca perdagangan tetap surplus, sementara transportasi laut menunjukkan peningkatan pada lalu lintas kapal dan barang, sedangkan sektor transportasi udara mengalami penurunan pada penerbangan, penumpang, dan volume barang.

Editor : Doni