Bukan Sekadar Wacana, KONI Bengkulu Genjot Pembinaan Atlet Menuju 5 Emas PON 2028

Bukan Sekadar Wacana, KONI Bengkulu Genjot Pembinaan Atlet Menuju 5 Emas PON 2028

👤 Oleh Redaksi
🕒 Agustus 25, 2026
Ket: KONI Bengkulu Genjot Pembinaan Atlet Menuju 5 Emas PON 2028 (image/prs)

Bengkulu, Poroskeadilan.com. — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu memilih menjawab berbagai isu yang berkembang dengan torehan prestasi atlet. Di bawah kepemimpinan Teuku Zulkarnain, KONI Bengkulu mulai memperkuat pola pembinaan atlet melalui program jangka panjang sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program Pembinaan Atlet Jangka Panjang menjadi salah satu terobosan kepengurusan KONI saat ini. Program tersebut dirancang tidak hanya dalam bentuk bantuan pembinaan, tetapi mencakup latihan terprogram, pemenuhan kebutuhan gizi, perlindungan sosial, monitoring perkembangan atlet hingga pemberian penghargaan.

Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, mengatakan program tersebut menjadi upaya pembenahan pola pembinaan olahraga di Bengkulu agar tidak hanya berorientasi pada kejuaraan, tetapi juga membangun prestasi secara berkelanjutan.

“Bengkulu tidak kekurangan atlet bagus, tapi selama ini kurang bahkan tidak sama sekali mendapatkan pembinaan yang benar-benar terprogram,” kata Dali.

Menurut Dali, atlet yang masuk dalam program pembinaan tidak dipilih secara sembarangan. KONI melakukan penelusuran berdasarkan rekam jejak, pengalaman bertanding, kejuaraan yang pernah diikuti, serta prestasi yang telah diraih atlet.

“Baru di KONI sekarang inilah ada Program Pembinaan Atlet untuk persiapan PON dua tahun yang akan datang. KONI Provinsi Bengkulu sudah memberikan pembinaan kepada atlet dan pelatih yang setiap hari dilatih dan dimonitoring,” ujarnya.

Ia menjelaskan, monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan atlet sekaligus memastikan program latihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

“KONI terus memantau sejauh mana perkembangan atlet dan program-program apa saja yang harus segera disiapkan agar atlet tersebut benar-benar siap menghadapi PON. Kita optimis, PON NTB-NTT kita akan lebih siap lagi,” tambahnya.

Program pembinaan tersebut berjalan beriringan dengan prestasi yang mulai ditorehkan atlet Bengkulu di berbagai kejuaraan.

Pada awal Juli 2026, KONI Bengkulu mengirimkan atlet dari cabang olahraga (cabor) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) untuk mengikuti Kejuaraan VIP Boxing di Lampung. Kontingen Bengkulu berhasil membawa pulang tiga medali emas.

Prestasi juga disumbangkan cabang olahraga lainnya. Taekwondo berhasil meraih medali, sementara cabang olahraga angkat berat menyumbangkan satu medali perak dan dua medali perunggu.

“Alhamdulillah Cabor Pertina dapat tiga medali emas di kejuaraan di Lampung. Cabor lain juga dapat medali, dari taekwondo Alhamdulillah dapat medali juga. Dari angkat berat satu perak dan dua perunggu,” kata Dali.

KONI Bengkulu juga mengirimkan atlet dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) untuk mengikuti kejuaraan. Para atlet tersebut masih berjuang untuk meraih prestasi.

Sebelumnya, pada akhir 2025, KONI Bengkulu mengikutsertakan atlet dari lima cabang olahraga dalam PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah. Dari ajang tersebut, Bengkulu berhasil meraih lima medali perunggu.

“Tahun 2025 akhir KONI kirim atlet kita beberapa cabor, ada lima cabor untuk mengikuti PON Bela Diri. Alhamdulillah kita dapat lima medali perunggu saat itu,” ujar Dali.

Menghadapi PON XXI 2028 di NTB dan NTT, KONI Bengkulu menargetkan mampu meraih lima medali emas dan menembus 25 besar nasional.

Sebanyak 17 cabang olahraga ditetapkan sebagai cabor unggulan yang menjadi prioritas pembinaan. Penentuan tersebut didasarkan pada rekam prestasi Bengkulu pada penyelenggaraan PON sebelumnya.

“Untuk cabor unggulan ada 17 cabor, sesuai dengan data kita pada PON-PON kemarin, cabor-cabor yang pernah ikut PON dan dapat medali saat PON,” jelas Dali.

Ia menegaskan, penetapan 17 cabor unggulan bukan berarti cabang olahraga lainnya tidak memiliki peluang untuk meraih medali. Namun, cabor yang memiliki rekam prestasi lebih kuat menjadi prioritas dalam program pembinaan menuju PON 2028.

Dali optimistis target lima medali emas dapat diwujudkan apabila program pembinaan jangka panjang berjalan konsisten.

“Target kita lima medali emas, masuk 25 besar. Kemarin kita juru kunci, jangan sampai terulang lagi. InsyaAllah di PON nanti, dengan adanya pembinaan jangka panjang seperti ini, kita Bengkulu bisa meraih lima medali emas itu,” tegasnya.

Menurutnya, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan tanpa program pembinaan yang terarah.

“Sebab berdasarkan pengalaman selama ini, tanpa pembinaan jangan harap ada medali emas,” lanjut Dali.

Selain pembinaan teknis, KONI Bengkulu juga berupaya memperkuat aspek perlindungan sosial bagi atlet. Salah satunya melalui kerja sama dengan Bank Bengkulu dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi atlet selama menjalani proses pembinaan dan mengikuti berbagai kejuaraan.

Motivasi atlet juga diperkuat dengan adanya komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memberikan reward sebesar Rp1 miliar bagi atlet yang berhasil meraih medali emas pada PON mendatang. Selain itu, terdapat pula komitmen untuk membantu membuka peluang pekerjaan bagi atlet berprestasi.

Di sisi lain, KONI Bengkulu saat ini tengah mempersiapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X yang dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2026.

KONI juga mempersiapkan kontingen untuk kembali mengikuti PON Bela Diri di Manado, Sulawesi Utara.

“Binpres saat ini lagi mempersiapkan untuk PON Bela Diri di Sulawesi Utara. InsyaAllah di PON Bela Diri Sulut nanti kita akan kembali meraih prestasi dan prestasi yang diraih akan lebih kita tingkatkan lagi,” kata Dali.

Dali menegaskan, KONI Bengkulu tidak ingin larut dalam berbagai isu yang berkembang. Fokus utama organisasi, kata dia, adalah membenahi tata kelola, memperkuat pembinaan dan memastikan atlet Bengkulu mampu mencatatkan prestasi lebih baik.

“Makanya kami tidak terlalu menanggapi isu, fokus kami bagaimana KONI ini jadi lebih baik lagi dan atlet-atlet kita kian prestasi,” pungkas Dali Sukma.

Editor: Doni