Dinas LH Bogor Selidiki Penyebab Sungai Cileungsi Menghitam, Perusahaan Pencemar Terancam Disanksi

Dinas LH Bogor Selidiki Penyebab Sungai Cileungsi Menghitam, Perusahaan Pencemar Terancam Disanksi

👤 Oleh Redaksi
🕒 Agustus 5, 2026
🗂️ Jakarta
Image : Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bogor melakukan penyelidikan terkait fenomena menghitamnya aliran Sungai Cileungsi hingga Kali Bekasi yang menyerupai warna oli.

Jakarta, Poroskeadilan.com. – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bogor melakukan penyelidikan terkait fenomena menghitamnya aliran Sungai Cileungsi hingga Kali Bekasi yang menyerupai warna oli. Penyelidikan dilakukan melalui susur sungai dan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium.

Kepala Dinas LH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan tim telah melakukan penelusuran secara tertutup guna mengidentifikasi sumber pencemaran. Selain itu, petugas juga mengambil sampel air untuk memastikan apakah kandungan di dalamnya mengandung limbah berbahaya atau bahan berbahaya dan beracun (B3).

«”Kita sudah melakukan susur sungai terkait air sungai yang menghitam itu, tentunya dengan cara diam-diam. Hasil susur kemarin, oleh teman-teman bina pencemaran dan gakkum dilakukan pengambilan sampel air, kemudian mengidentifikasi atau menunggu hasil laboratorium, bahwa apakah itu memang mengandung limbah berbahaya atau zat B3,” ujar Teuku Mulya, dikutip dari detikcom, Rabu (5/8).»

Menurut Teuku, pihaknya juga telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang diduga menjadi sumber pencemaran di Sungai Cileungsi yang alirannya bermuara ke Kali Bekasi.

Apabila hasil penyelidikan dan uji laboratorium membuktikan adanya pelanggaran, perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan akan dikenai sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi tersebut dapat berupa penyegelan fasilitas, penghentian operasional, hingga pencabutan izin usaha.

Dinas LH Kabupaten Bogor masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab utama perubahan warna air sungai sebelum menetapkan langkah penegakan hukum lebih lanjut.

Sumber: detikcom

Editor : Doni