Video Bullying Siswi SMP Negeri 45 Seluma Viral, Korban Alami Trauma dan Diduga Diancam

Video Bullying Siswi SMP Negeri 45 Seluma Viral, Korban Alami Trauma dan Diduga Diancam

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juni 13, 2026
🗂️ Seluma

Seluma, Poroskeadilan.com. , – Dugaan kasus perundungan (bullying) yang melibatkan dua siswi di SMP Negeri 45 Seluma, yang berlokasi di Desa Air Teras, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial pada Jumat (12/6/2026) pagi.

Korban berinisial R (15) dikabarkan mengalami trauma dan ketakutan pasca diduga menjadi korban tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sesama pelajar.

Kondisi tersebut membuat korban enggan kembali bersekolah karena merasa takut dan belum siap secara mental untuk beraktivitas seperti biasa.

Menurut keterangan pihak keluarga, selain mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa tersebut, korban juga disebut menerima ancaman dari terduga pelaku melalui unggahan status WhatsApp.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke pihak berwenang, yakni Polsek Talo dan Polres Seluma. Kami berharap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya agar memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus menjadi pelajaran bagi siswa lainnya,” ujar pihak keluarga korban.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video berdurasi sekitar 19 detik beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang siswi diduga mengalami tindakan kekerasan oleh siswi lainnya di sebuah area perkebunan kelapa sawit.

Video tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak pihak meminta agar kasus tersebut ditangani secara serius guna mencegah terulangnya tindakan perundungan di lingkungan pendidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial R (15), sedangkan terduga pelaku berinisial SI (17). Keduanya merupakan pelajar di SMP Negeri 45 Seluma.

Pihak keluarga korban berharap penanganan kasus dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga memberikan rasa keadilan bagi korban.

Menurut keluarga, dampak yang dialami korban tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis.

“Kondisi mental korban menjadi perhatian serius keluarga. Kami khawatir peristiwa ini akan memengaruhi aktivitas belajar dan kehidupan sosial korban di lingkungan sekolah,” ungkap keluarga korban.

Atas kejadian tersebut, keluarga meminta pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, serta instansi terkait lainnya untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban guna membantu proses pemulihan trauma yang dialaminya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun aparat penegak hukum terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

Editor: Dodi