Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila

Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juni 4, 2026
🗂️ Kepahiang
Image: Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP.,

Kepahiang, Poroskeadilan.com. – Pemerintah Kabupaten Kepahiang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Kepahiang, Senin (1/6/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa di tengah keberagaman Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, suku, bahasa, dan budaya. Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila tetap menjadi pedoman yang menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Bupati saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai Pancasila menjadi landasan utama bagi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia terus menunjukkan peran nyata dalam menjaga perdamaian dunia, baik melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, maupun konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Bupati juga menyampaikan pesan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup,” ujarnya.

Selain itu, kepada para penyelenggara pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah, ditekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak membiarkan ada warga yang tertinggal dalam pembangunan.

Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tutupnya.

Editor: Dodi