Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Lewat Kolaborasi Multisektor
Jakarta, Poroskeadilan.com. – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat sipil.
Semangat gotong royong tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sekolah yang lebih humanis dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan seluruh ekosistem pendidikan dalam menghadirkan rasa aman bagi peserta didik selama proses belajar berlangsung.
Menurutnya, dibutuhkan perubahan paradigma dalam penerapan disiplin di sekolah agar lebih ramah anak dengan melibatkan peran orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendikdasmen bersama mitra pembangunan menghadirkan program KREASI sebagai langkah kolaboratif dalam mempercepat peningkatan literasi, numerasi, penguatan karakter, serta perlindungan anak.
Program tersebut merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Melalui program KREASI, intervensi akan dilakukan di lebih dari 500 satuan pendidikan yang tersebar di delapan kabupaten pada empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan pembangunan budaya sekolah aman tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen melalui program KREASI akan terus mendukung upaya pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dan bebas dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan intoleransi, serta mendapatkan haknya atas pendidikan yang berkualitas dan bermartabat,” ujar Dessy.
Ia menambahkan budaya sekolah yang aman dan nyaman harus dibangun melalui nilai, kebiasaan, komitmen bersama, serta kolaborasi multisektor mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, hingga pihak sekolah.
Seminar penguatan budaya sekolah aman dan nyaman tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Selain itu, kegiatan juga diikuti dinas pendidikan daerah, kepala sekolah, serta guru PAUD dan SD di wilayah Jabodetabek.
Antusiasme masyarakat terlihat dari sekitar 5.000 peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui kanal YouTube resmi Kemendikdasmen dan Save the Children Indonesia.
Editor : Doni
🗓️ Juni 24, 2025