Pemkot Bengkulu Bentuk Tim Khusus Atasi Anak Jalanan dan Gepeng Secara Humanis
BENGKULU, poroskeadilan.com – Pemerintah Kota Bengkulu mulai mengambil langkah serius dalam menangani persoalan anak jalanan, pengemis, dan gelandangan (gepeng) dengan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim ini disiapkan untuk melakukan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan, tidak hanya sebatas penertiban di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan keberadaan TRC diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi anak-anak maupun masyarakat yang hidup di jalanan agar memperoleh kehidupan yang lebih layak.
“Penanganannya tidak lagi hanya sebatas menertibkan, tetapi bagaimana memastikan mereka mendapatkan pembinaan dan masa depan yang lebih baik,” ujar Afriyenita, Jumat.
Menurutnya, TRC akan turun langsung melakukan penjangkauan terhadap anak jalanan dan gepeng yang ditemukan di sejumlah titik di Kota Bengkulu. Setelah dilakukan pendataan, masing-masing individu akan mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Bagi anak-anak yang masih berada pada usia sekolah, pemerintah akan mengupayakan agar mereka kembali mendapatkan akses pendidikan. Dinas Sosial akan mengarahkan mereka mengikuti program sekolah rakyat maupun pendidikan paket agar tetap bisa melanjutkan belajar.
Afriyenita menilai pendidikan menjadi salah satu cara efektif untuk memutus rantai kehidupan jalanan yang dialami anak-anak. Karena itu, pemerintah akan memberikan pendampingan agar mereka dapat kembali bersekolah tanpa terkendala biaya maupun administrasi.
Sementara itu, bagi anak jalanan yang memilih tidak melanjutkan pendidikan, pemerintah menyiapkan alternatif melalui pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja. Mereka nantinya akan diarahkan ke usaha-usaha produktif yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kalau memang tidak ingin sekolah lagi, akan kami bantu mendapatkan pekerjaan yang lebih layak seperti di tempat laundry, usaha pencucian kendaraan, atau sektor lainnya agar tidak kembali ke jalan,” jelasnya.
Tak hanya menyasar anak jalanan, program tersebut juga diperuntukkan bagi pengemis dan gelandangan dewasa. Pemerintah akan memetakan kemampuan dan keterampilan mereka sebelum diarahkan mengikuti pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Melalui pendekatan pemberdayaan tersebut, Pemkot Bengkulu berharap para gepeng dapat memiliki penghasilan tetap dan kehidupan yang lebih mandiri.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pendataan kondisi ekonomi keluarga para anak jalanan melalui bidang fakir miskin guna memastikan bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran.
“Penanganannya harus menyentuh akar persoalan sosial dan ekonomi keluarga, bukan hanya menertibkan di jalan,” tambah Afriyenita.
Pemkot Bengkulu pun mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan anak jalanan maupun gepeng di wilayah sekitar agar Tim Reaksi Cepat dapat segera melakukan penanganan dan pendampingan lebih lanjut.
Penulis : Muhdani
Editor : Hari Budi