Karang Taruna Provinsi Bengkulu Nyatakan Kesiapan Total Sukseskan Program Badan Gizi Nasional (BGN)
Bengkulu, Poroskeadilan.com – Pengurus Karang Taruna Provinsi Bengkulu secara resmi menyatakan komitmen penuh untuk mengawal dan mensukseskan program unggulan Badan Gizi Nasional (BGN) di seluruh wilayah Bumi Merah Putih. Langkah ini diambil sebagai bentuk kontribusi nyata pemuda dalam menuntaskan persoalan gizi dan stunting, sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Program BGN ini akan difokuskan pada dua skema utama:
1. Wilayah Desa 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal): Menjangkau pelosok Bengkulu yang selama ini memiliki keterbatasan akses logistik dan fasilitas kesehatan.
2. Wilayah Reguler/Aglomerasi: Fokus pada pusat-pusat populasi dan kawasan penyangga kota untuk memastikan distribusi gizi yang merata secara masif.
Ketua Karang Taruna Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa gerakan masif ini tidak terlepas dari peran krusial dan dukungan penuh dari Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin. Perhatian besar yang diberikan oleh Ketua DPD RI terhadap kedaulatan pangan dan kesehatan masyarakat daerah menjadi motor penggerak bagi kader Karang Taruna di tingkat desa hingga provinsi.
”Kami bergerak atas dasar pengabdian. Dengan dukungan penuh dari Ketua DPD RI Abangda, Sultan Bahtiar Najamudin. Karang Taruna Bengkulu siap menjadi garda terdepan dalam eksekusi lapangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun program gizi lainnya dari BGN,” ujar Ketua Karang Taruna Provinsi Bengkulu, MN Fuja Kesuma. Rabu, 18 Febuari 2026.
Karang Taruna akan mengoptimalkan ribuan kadernya untuk membantu dalam:
1. Pendataan tepat sasaran di desa-desa 3T agar bantuan gizi mencapai mereka yang benar-benar membutuhkan.
2. Edukasi masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat.
3. Pengawasan distribusi agar program berjalan transparan dan akuntabel di tingkat akar rumput.
Implementasi program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas kesehatan anak-anak dan ibu hamil di Bengkulu, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM dan sektor pertanian desa dalam rantai pasok gizi.