ย  ย  RSKJ Soeprapto Bengkulu Perkuat Pelayanan: Fasilitas Gedung Baru Jadikan Perawatan Pasien Lebih Humanis dan Maksimal

RSKJ Soeprapto Bengkulu Perkuat Pelayanan: Fasilitas Gedung Baru Jadikan Perawatan Pasien Lebih Humanis dan Maksimal

๐Ÿ‘ค Oleh Redaksi
๐Ÿ•’ Februari 3, 2026
๐Ÿ—‚๏ธ Kesehatan

Bengkulu, Poroskeadilan.com – Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu terus bertransformasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Dengan selesainya rehabilitasi gedung perawatan, RSKJ Soeprapto kini menawarkan fasilitas yang lebih kondusif, aman, dan nyaman, guna memastikan proses pemulihan pasien gangguan jiwa berjalan lebih optimal dan prima.

Peningkatan pelayanan ini salah satunya terlihat di Ruangan Murai. Kepala Ruangan Murai, Ns. Yeci Trisna, S.Kep., menjelaskan bahwa gedung hasil rehabilitasi ini memungkinkan pengawasan pasien dilakukan secara lebih intensif.

โ€‹”Saat ini kapasitas kami adalah 36 pasien yang terbagi dalam delapan kamar, di mana rata-rata satu kamar diisi oleh enam orang. Mayoritas pasien di sini berasal dari Unit Perawatan Intensif Psikiatri (UPIP). Meskipun kondisi mereka mulai membaik, namun tetap memerlukan pemantauan 24 jam karena statusnya yang masih dalam transisi dari gawat darurat,” ujar Ns. Yeci pada Senin (02/02/2026).

Untuk mendukung pelayanan tersebut, Ruangan Murai disiagakan dengan 16 personel tangguh, yang terdiri dari 15 tenaga perawat (termasuk Kepala Ruangan dan Ketua Tim) serta satu tenaga administrasi yang berjaga dalam sistem shift penuh.

Transformasi serupa juga dirasakan di Ruangan Merpati, yang dikhususkan bagi pasien Kelas 3 dengan kondisi stabil dan kooperatif. Kepala Ruangan Merpati, Herdi Pridana, S.Kep., mengungkapkan bahwa desain ruangan baru yang lebih tersekat (4-6 tempat tidur per kamar) sangat membantu dalam mengendalikan perilaku pasien dibandingkan model bangsal besar di masa lalu.

โ€‹”Dulu satu ruangan bisa berisi 20 tempat tidur, sehingga pasien gelisah sulit dikendalikan dan sering merusak fasilitas. Sekarang, dengan hanya 4 hingga 6 orang per kamar, kondisi jauh lebih tenang dan terkendali,” jelas Herdi.

โ€‹Di Ruangan Merpati, pasien tidak hanya sekadar dirawat, tetapi dilatih untuk kembali produktif melalui:

  1. Aktivitas Mandiri: Melatih kedisiplinan mandi dan kebersihan diri.
  2. Aktivitas Fisik: Senam rutin setiap pagi.
  3. โ€‹Terapi Aktivitas Kelompok (TAK): Kegiatan modalitas untuk mengasah nalar dan kemampuan bersosialisasi agar pasien siap kembali ke masyarakat.

Menanggapi peningkatan fasilitas dan sistem pelayanan ini, Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu, dr. Herry Permana, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari visi besar rumah sakit untuk menghapuskan stigma negatif terhadap pelayanan kesehatan jiwa.

โ€‹”Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya medis, tetapi juga humanis. Dengan gedung yang baru direhabilitasi, kami meminimalkan risiko kekerasan antar pasien dan meningkatkan efektivitas terapi. Fokus kami ke depan adalah melengkapi sarana penunjang seperti pembaruan kasur dan memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan demi menjaga higienitas lingkungan RSKJ,” ujar dr. Herry.

โ€‹Beliau juga menambahkan bahwa peningkatan pelayanan ini diharapkan dapat mempercepat masa pemulihan (recovery rate) pasien, sehingga mereka dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga dalam kondisi yang lebih baik. (Mr).

๐Ÿท๏ธ Tag: