Perjalanan Ine Daster: Dari Iseng Main TikTok Hingga Jadi Jalan Rezeki hingga Populer
ย ย
Lampung, Poroskeadilan.com – Nama Ine Daster kini tak asing di dunia TikTok. Di balik akun TikTok @Inedaster dan Facebook ine daster, ada sosok bernama lengkap Sri Wahyuni Ningsih, perempuan asal Lampung yang kini mantap berprofesi sebagai pengusaha.
Siapa sangka, perjalanannya di TikTok berawal dari keisengan semata.
“Awalnya aku kenal TikTok itu sebenarnya cuma iseng, ya. Sama sekali nggak pernah kepikiran kalau suatu hari TikTok bisa mengubah kehidupan aku sejauh ini,” cerita Ine.
Awalnya ia hanya coba-coba belajar bikin konten, belajar live, dan mengenalkan produk jualannya. Namun dari iseng itu, ia melihat peluang besar.
“Ternyata lewat TikTok aku bisa menjangkau banyak orang tanpa harus punya toko besar atau modal yang terlalu banyak untuk pemasaran,” ujarnya. Kesadaran itu ditambah tanggung jawab terhadap keluarga dan anak membuatnya serius menekuni TikTok. “Kesempatan sekecil apa pun harus aku perjuangkan.”
Tentu jalan yang dilalui tidak selalu mulus. Ine mengaku pernah merasakan fase live sepi penonton, berjam-jam siaran tanpa ada yang checkout.
“Pernah banget. Rasanya sedih dan capek. Apalagi ketika kita sedang benar-benar membutuhkan penghasilan,” ungkapnya.
Namun pengalaman pahit saat toko bangkrut dan harus berjualan rendang keliling membuatnya tidak mudah menyerah. “Kalau aku berhenti, keadaan belum tentu berubah. Kita nggak selalu bisa mengatur kapan rezeki datang, tetapi kita bisa memilih untuk terus berusaha.”
Bagi Ine, kunci bertahan di tengah persaingan ketat TikTok Shop ada tiga hal: konsisten, jujur, dan mau terus belajar.
“Konsisten itu penting, karena kita nggak bisa berharap hasil besar kalau kita sendiri belum mau menjalani prosesnya. Kemudian yang paling penting adalah kepercayaan. Jangan sampai kita hanya fokus mengejar penjualan, tetapi lupa dengan orang yang membeli produk kita,” tegasnya.
“Satu kali penjualan itu bagus, tetapi ketika orang percaya dan mau kembali membeli, itu jauh lebih berharga.”
Ketika ditanya soal penghasilan, Ine tak menyebut angka. Namun ia mengakui TikTok Shop memberikan peluang jauh lebih besar dibanding toko offline miliknya dulu.
“Kalau toko offline, jangkauan kita terbatas. Sementara lewat TikTok, kita bisa menjangkau pembeli dari berbagai daerah. Buat aku, keberhasilan bukan cuma soal angka penghasilan, tetapi juga tentang bagaimana aku bisa bangkit dari masa sulit,” katanya.
Kini mimpi terbesar Ine bukan sekadar menjadi TikToker terkenal atau berpenghasilan besar.
“Mimpi terbesar aku ingin membuktikan bahwa seseorang yang pernah berada di titik terendah tetap punya kesempatan untuk bangkit. Aku juga ingin membahagiakan keluarga, memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak, dan mengembangkan usaha supaya bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” harapnya.
“Kalau suatu hari nanti cerita aku bisa menjadi inspirasi buat ibu-ibu yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, aku akan sangat bersyukur. Masa lalu yang berat nggak harus menentukan masa depan kita.” (Tw7)
๐๏ธ Oktober 28, 2026
๐๏ธ Oktober 26, 2026