Kopi Bengkulu Tembus Italia, Bank Indonesia Perkuat Ekosistem dari Hulu hingga Pasar Global
Kepahiang, Poroskeadilan.com. – Kopi Bengkulu semakin menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Daerah dan berbagai mitra strategis melepas ekspor perdana 19,2 ton kopi robusta Bengkulu ke Italia senilai Rp1,26 miliar atau sekitar US$71.000, di Kabupaten Kepahiang, Senin (7/9/2026).
Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, Bupati Lebong Azhari, perwakilan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Forkopimda, pelaku usaha, perbankan, akademisi, asosiasi, UMKM, kelompok tani, hingga puluhan wartawan ekonomi.
Ekspor satu kontainer kopi tersebut berasal dari koperasi, petani, dan pengusaha kopi Bengkulu yang bekerja sama dengan PT Alko Sumatra Kopi sebagai agregator ekspor yang menghubungkan kopi Bengkulu dengan pasar global.
Momentum ini menjadi bukti bahwa kopi Bengkulu memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar kelima di Indonesia, dengan Kabupaten Kepahiang, Lebong, dan Rejang Lebong sebagai sentra produksi utama.
Keberhasilan ekspor ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah melalui peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas pelaku usaha, hingga pembukaan akses pasar melalui kurasi, promosi, dan business matching.
Dalam pengembangan UMKM, Bank Indonesia menerapkan tiga pilar utama, yakni Korporatisasi, Kapasitas, dan Pembiayaan. Strategi tersebut bertujuan memperkuat kelembagaan usaha, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperluas akses pembiayaan dan pasar agar UMKM semakin naik kelas.
Sebagai bagian dari program pengembangan UMKM ekspor, sepanjang 2026 Bank Indonesia mengkurasi 11 UMKM kopi Bengkulu dengan kategori premium dan fine coffee di Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau BI.
UMKM yang lolos kurasi kemudian difasilitasi mengikuti business matching bersama agregator dan calon pembeli internasional. Salah satu peserta kurasi tersebut akhirnya menjadi bagian dari realisasi ekspor perdana 19,2 ton kopi ke Italia.
Komitmen Bank Indonesia juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai sarana penunjang bagi kelompok tani dan UMKM kopi, mulai dari rumah jemur, mesin color sorter green beans, hingga mesin roasting.
Pada kesempatan tersebut, BI kembali menyerahkan bantuan simbolis berupa mesin color sorter green beans dan mesin roasting kepada dua kelompok UMKM kopi sebagai upaya meningkatkan konsistensi mutu dan memenuhi standar pasar nasional maupun internasional.
Sebelum pelepasan ekspor, kegiatan diawali dengan Bincang Kopi yang menghadirkan narasumber dari PT Alko Sumatra Kopi, Starbucks Coffee, Tomoro Coffee, serta Nichel Alfathah Saputra, juara kompetisi barista Karya Kreatif Sumatera Utara 2026.
Diskusi tersebut membahas pengembangan industri kopi dari hulu hingga hilir, termasuk peningkatan kualitas, kebutuhan industri, peran agregator membuka akses pasar, hingga pentingnya barista dalam memperkenalkan karakter kopi kepada konsumen.
Kegiatan juga diramaikan pameran 10 UMKM kopi Bengkulu yang membuka peluang promosi, transaksi, serta kolaborasi dengan pelaku industri dan perbankan.
Dalam rangka memperkuat ekosistem ekspor, sejumlah perbankan di Bengkulu turut membuka booth layanan yang menawarkan pembiayaan ekspor serta fasilitas transaksi perdagangan internasional, termasuk penerbitan Letter of Credit (L/C).
Dukungan tersebut diharapkan mempermudah pelaku usaha memenuhi kebutuhan pembiayaan sekaligus memperlancar transaksi ekspor ke berbagai negara.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Lebong, dan Rejang Lebong dalam pengembangan ekonomi daerah.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan potensi unggulan ketiga daerah, terutama sektor kopi, sehingga memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan digitalisasi, Bank Indonesia meluncurkan PADEK (Platform Asal Usul dan Dashboard Ekonomi Kopi Bengkulu) yang dapat diakses melalui www.padek-bengkulu.com.
Platform ini mendukung sistem traceability melalui QR Code yang memuat informasi asal-usul kopi, karakteristik produk, hingga profil pelaku usaha, sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli internasional terhadap kopi Bengkulu.
Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat kualitas, kontinuitas produksi, perluasan akses pasar, dan peningkatan nilai tambah bagi petani serta UMKM agar ekspor perdana ke Italia menjadi awal dari semakin luasnya penetrasi kopi Bengkulu ke pasar dunia.
Editor : Doni
🗓️ September 3, 2026
🗓️ Agustus 28, 2026