Tomoro Coffee Tertarik Kembangkan Kopi Arabika Bengkulu, Dorong Kolaborasi dengan Petani

Tomoro Coffee Tertarik Kembangkan Kopi Arabika Bengkulu, Dorong Kolaborasi dengan Petani

👤 Oleh Redaksi
🕒 September 7, 2026
🗂️ Ekonomi
Image : Pelepasan ekspor perdana Kopi Bengkulu di halaman Kantor Bupati Kepahiang, Senin (7/9/2026)

Kepahiang, Poroskeadilan.com.  – Momentum pelepasan ekspor perdana Kopi Bengkulu di halaman Kantor Bupati Kepahiang, Senin (7/9/2026), menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi pengembangan industri kopi daerah.

 

Selain diisi dengan sesi coffee tasting dan bincang kopi, kegiatan tersebut turut menghadirkan perwakilan Tomoro Coffee yang mengungkapkan ketertarikannya terhadap potensi kopi Arabika Bengkulu, sekaligus peluang kerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Perwakilan Tomoro Coffee mengatakan, sentra kopi Arabika di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong dan Lebong, memiliki potensi yang cukup baik meski luas lahannya terbatas.

 

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh karakteristik tanaman Arabika yang idealnya dibudidayakan di wilayah dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

 

“Memang untuk Arabika di Bengkulu lahannya tidak terlalu banyak karena ada standar ketinggian di atas 1.000 mdpl. Tetapi saya melihat potensi Arabika di sini tetap sangat baik,” ujarnya.

 

Tomoro Coffee yang berdiri sejak 2022 juga membuka peluang menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk sektor kopi di Bengkulu. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan dukungan dan persetujuan dari kantor pusat.

 

Selain mengembangkan jaringan kedai, Tomoro Coffee mengaku menjalankan berbagai program pemberdayaan petani kopi di sejumlah daerah. Salah satunya dengan menggandeng juara kompetisi kopi tingkat internasional, Muhammad Aga, dalam upaya meningkatkan kualitas kopi Indonesia.

 

Tim Tomoro Coffee juga turun langsung mendampingi petani, termasuk di sentra kopi Kintamani, Bali. Pendampingan dilakukan mulai dari peningkatan kualitas hasil panen hingga proses pascapanen.

 

Saat ini, Tomoro Coffee telah memiliki sekitar 650 gerai di Indonesia dan terus memperluas jaringan bisnisnya ke wilayah Sumatera. Di sekitar Bengkulu, perusahaan tersebut telah hadir di Lubuklinggau dan membuka peluang untuk menambah gerai di wilayah barat Sumatera.

 

“Harapannya, ke depan Bengkulu juga bisa menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kopi kami, baik dari sisi petani maupun pengembangan jaringan usaha,” katanya.

 

Kehadiran pelaku industri kopi nasional dalam kegiatan pelepasan ekspor perdana Kopi Bengkulu diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

 

Dengan demikian, kopi Bengkulu tidak hanya semakin dikenal sebagai komoditas unggulan daerah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku UMKM, serta perekonomian daerah.

Editor : Doni