Mendiktisaintek Susun Desain Pendidikan Tinggi, Prodi Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan SDM Nasional

Mendiktisaintek Susun Desain Pendidikan Tinggi, Prodi Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan SDM Nasional

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 18, 2026
🗂️ Pendidikan
Image : Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Jakarta, Poroskeadilan.com.  – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan pemerintah tengah menyusun rancangan pendidikan tinggi Indonesia agar program studi (prodi) di perguruan tinggi lebih selaras dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) nasional.

Hal tersebut disampaikan Brian Yuliarto saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Penyusunan desain pendidikan tinggi tersebut bertujuan memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, industri, dan arah pembangunan nasional.

Dalam rapat kerja itu, Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menyoroti kembali wacana penataan program studi di perguruan tinggi. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki peta kebutuhan SDM nasional sebagai dasar dalam menentukan keberadaan maupun pembukaan program studi.

“Sebetulnya Kemdiktisaintek ini sudah punya perhitungan enggak, sebenarnya SDM apa sih yang diperlukan oleh Indonesia? Melalui prodi apa itu disiapkan? Prodi yang ada sekarang itu memadai atau tidak, berlebih atau tidak? Artinya itu sebagai bagian dari desain SDM ke depan sehingga ketika kemudian ada pendirian perguruan tinggi baru sekalipun sudah dalam kerangka desain tersebut,” ujar Ledia, dikutip dari siaran YouTube TVR Parlemen, Sabtu (18/7/2026).

Menanggapi hal tersebut, Brian Yuliarto menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memang tengah menyusun desain pendidikan tinggi nasional yang mengacu pada kebutuhan SDM Indonesia di masa depan.

Menurutnya, penyusunan desain tersebut akan menjadi acuan dalam pengembangan program studi di perguruan tinggi sehingga lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dunia industri.

Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saingb tinggi, sekaligus mengurangi ketimpangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja di Indonesia.

Sumber: Kompas.com

Editor : Doni