Bupati Bengkulu Selatan Imbau Pedagang Durian Jaga Kebersihan, Larang Gunakan Trotoar dan Badan Jalan

Bupati Bengkulu Selatan Imbau Pedagang Durian Jaga Kebersihan, Larang Gunakan Trotoar dan Badan Jalan

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 1, 2026
Ket: Bupati Bengkulu Selatan Imbau Pedagang Durian Jaga Kebersihan, //

Bengkulu Selatan, Poroskeadilan.com. – Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, mengingatkan para pedagang durian musiman yang mulai membuka lapak di sepanjang jalan Kota Manna agar tetap mengutamakan ketertiban, keselamatan, dan kebersihan lingkungan selama musim panen durian.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan tidak melarang masyarakat mencari rezeki melalui penjualan durian.

Namun, para pedagang diminta tidak menggunakan trotoar maupun badan jalan sebagai lokasi berjualan karena dapat mengganggu pejalan kaki dan kelancaran arus lalu lintas.

Memasuki musim durian, lapak-lapak penjualan mulai bermunculan di sejumlah titik, di antaranya kawasan Simpang Rukis dan Lapangan Sekundang.

“Silakan masyarakat mencari rezeki dengan berjualan durian, tetapi jangan sampai mengganggu lalu lintas, mengurangi kenyamanan pengguna jalan, atau membuat Kota Manna menjadi kotor akibat kulit dan biji durian yang berserakan. Kesadaran pemilik lapak untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan sangat kami harapkan,” tegas Rifai.

Selain itu, ia mengingatkan para pedagang untuk menyediakan tempat sampah dan mengelola limbah kulit maupun biji durian dengan baik agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Tak hanya memberikan perhatian kepada pedagang, Bupati juga mengajak para petani menjaga kelestarian pohon durian sebagai salah satu komoditas unggulan Bengkulu Selatan.

Menurutnya, pohon durian produktif tidak seharusnya ditebang untuk dijadikan papan atau bahan bangunan karena memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar jika terus dipelihara.

“Saya mengajak seluruh petani agar tidak lagi menebang pohon durian untuk dijadikan papan atau kayu. Kalau pohonnya habis ditebang, lama-kelamaan kita akan kehilangan durian khas Bengkulu Selatan. Pohon durian harus kita jaga karena menjadi aset daerah dan sumber penghasilan masyarakat. Lebih baik dipelihara agar terus berbuah daripada ditebang sekali lalu habis,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan komoditas durian, Pemkab Bengkulu Selatan terus menggalakkan program penanaman bibit durian di lingkungan perkantoran pemerintah hingga kantor desa.

Rifai juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD telah mendorong penggunaan besi sebagai material lantai jembatan untuk mengurangi penggunaan kayu, sehingga tidak ada lagi pohon durian yang ditebang sebagai bahan bangunan.

“Beberapa waktu lalu kita sudah mulai mengajak penanaman pohon durian di lingkungan perkantoran, termasuk kantor desa. Memang tantangannya tidak mudah, tetapi gerakan ini akan terus kita lakukan agar populasi pohon durian di Bengkulu Selatan terus bertambah dan tetap menjadi kebanggaan daerah. Itu alasan saya atas kesepakatan dengan DPRD lantai jembatan harus diganti dengan besi agar tidak ada lagi pohon durian yang ditebang untuk dijadikan papan,” pungkasnya.

Editor: Doni