Menelusuri Jejak Abdurrahman Bin Auf di Madinah, dari Kebun Kurma hingga Sumur Berusia 1.400 Tahun
Madinah, Poroskeadilan.com.- – Kota Madinah menyimpan banyak jejak sejarah para sahabat Rasulullah SAW. Salah satunya adalah peninggalan milik Abdurrahman Bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai sosok kaya raya, dermawan, dan termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Jejak sejarah tersebut dapat ditemukan di sebuah kebun kurma yang berada di kawasan Awali, Madinah. Lokasinya sekitar 20 menit dari Masjid Nabawi dan hanya dua menit dari Masjid Quba. Kebun ini juga berada tidak jauh dari Sumur Ghars dan Sumur Ihn, dua situs bersejarah yang kerap dikunjungi peziarah.
Pengelola Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf, Hasan Alkiwi, menjelaskan bahwa kawasan tersebut merupakan lahan yang dahulu dimiliki oleh Abdurrahman Bin Auf setelah hijrah dari Makkah ke Madinah bersama Rasulullah SAW.
“Di sini terdapat sumur peninggalan Abdurrahman Bin Auf yang usianya diperkirakan mencapai 1.400 tahun,” ujar Hasan.
Sumur bersejarah tersebut memiliki kedalaman sekitar 60 meter dan pada masa lalu menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. Hasan menuturkan, air dari sumur tersebut disedekahkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk Madinah.
Kisah kedermawanan Abdurrahman Bin Auf memang dikenal luas dalam sejarah Islam. Kesuksesannya dalam berdagang menjadikannya salah satu sahabat Nabi yang memiliki kekayaan melimpah. Namun, sebagian besar hartanya digunakan untuk membantu perjuangan Islam dan disedekahkan di jalan Allah.
Menurut Hasan, sumur yang berada di kawasan kebun kurma tersebut juga memiliki nilai sejarah tersendiri karena pernah menjadi bagian dari mahar pernikahan Abdurrahman Bin Auf dengan istrinya.
Selain sumur kuno, kawasan kebun kurma ini juga menyimpan dinding batu peninggalan Kekaisaran Turki Usmani yang diperkirakan berusia sekitar 300 tahun. Di bawah struktur batu tersebut mengalir saluran air yang bersumber langsung dari sumur peninggalan Abdurrahman Bin Auf.
Tak hanya menawarkan wisata sejarah dan religi, kawasan kebun kurma ini kini berkembang menjadi destinasi wisata terpadu. Berbagai fasilitas pendukung telah dibangun, mulai dari warung bakso, toko suvenir dan oleh-oleh, hingga kafe yang direncanakan beroperasi selama 24 jam.
Aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Saat ini, pengelolaan kebun kurma dan fasilitas pendukungnya menyerap sekitar 30 tenaga kerja dari berbagai negara, termasuk Pakistan, Mesir, Yaman, dan Indonesia.
Keberadaan Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf menjadi bukti bahwa Madinah tidak hanya menyimpan nilai sejarah Islam yang tinggi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi wisata religi yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Editor: Dodi