Tunjukkan Tiket Transjateng, Wisatawan Bisa Masuk Dusun Semilir Gratis

Tunjukkan Tiket Transjateng, Wisatawan Bisa Masuk Dusun Semilir Gratis

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juni 19, 2026
🗂️ Wisata
Image: Tunjukkan Tiket Transjateng, Wisatawan Bisa Masuk Dusun Semilir Gratis

Kabupaten Semarang, Poroskeadilan.com.- Pengguna layanan transportasi umum Transjateng kini bisa menikmati akses masuk gratis ke objek wisata Dusun Semilir di Bawen, Kabupaten Semarang. Promo tersebut berlaku dengan syarat pengunjung menunjukkan tiket Transjateng kepada petugas loket Dusun Semilir.

CEO Dusun Semilir, Hee Nanda Dlaneri, mengatakan program ini merupakan bentuk kolaborasi antara sektor pariwisata dan transportasi publik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong penggunaan angkutan umum.

“Kami berharap Dusun Semilir menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk berkolaborasi dengan Transjateng,” ujar Nanda saat peresmian Halte Transjateng Dusun Semilir, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada program tiket masuk gratis. Ke depan, pihaknya akan menghadirkan berbagai insentif lain bagi pengguna Transjateng yang berkunjung ke Dusun Semilir.

“Nanti selanjutnya akan banyak program lain. Ada insentif untuk pengguna Transjateng yang akan ke Dusun Semilir, termasuk program liburan sekolah,” katanya.

Nanda juga menjelaskan bahwa desain Halte Transjateng Dusun Semilir dibuat selaras dengan konsep kawasan wisata tersebut. Halte tersebut mengusung bentuk bangunan menyerupai stupa yang menjadi ciri khas Dusun Semilir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjateng pada koridor Semarang–Bawen tergolong tinggi. Sejak Januari hingga Juni 2026, jumlah penumpang tercatat mencapai satu juta orang.

“Karena itu terus kita promosikan agar kolaborasi dunia perhubungan dan pariwisata ini bisa sama-sama memberi dampak positif,” ujar Arief.

Ia menambahkan, tarif Transjateng masih sangat terjangkau bagi masyarakat. Penumpang umum dikenakan tarif Rp5.000, sedangkan penumpang kategori khusus hanya Rp1.000.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap minat masyarakat menggunakan transportasi publik semakin meningkat, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Tengah.

Editor: Dodi