Kantor Dispora Bengkulu Selatan Memprihatinkan, Pegawai Khawatir Keselamatan Terancam
Bengkulu Selatan, Poroskeadilan.com. – Kondisi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini dinilai sudah tidak layak untuk menunjang aktivitas pemerintahan.
Selain mengalami kerusakan di sejumlah bagian bangunan, kondisi gedung juga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pegawai yang bekerja di dalamnya.
Sekretaris Dispora Bengkulu Selatan, Imawan Toyo, mengungkapkan kerusakan yang terjadi tidak hanya pada atap dan plafon yang lapuk serta bocor, tetapi juga pada sistem kelistrikan di beberapa ruangan yang terpaksa dimatikan demi alasan keamanan.
“Yang paling kami khawatirkan adalah keselamatan pegawai. Saat hujan disertai angin kencang, ada kekhawatiran bagian bangunan yang sudah lapuk bisa jatuh dan membahayakan orang yang berada di bawahnya,” ujar Toyo, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, dua bangunan yang saat ini digunakan sebagai kantor Dispora pada awalnya merupakan rumah dinas pejabat daerah yang kemudian dialihfungsikan menjadi kantor pemerintahan.
Satu bangunan digunakan sebagai sekretariat, sementara bangunan lainnya ditempati sejumlah bidang.
Menurut Toyo, kondisi gedung yang terpisah membuat koordinasi dan komunikasi antarbidang menjadi kurang efektif.
Di sisi lain, bangunan yang telah digunakan bertahun-tahun tersebut belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh.
Akibatnya, sejumlah ruangan mengalami kerusakan cukup berat. Ruang Kepala Dinas mengalami kebocoran pada bagian atap dan plafon, sementara beberapa pendingin ruangan sudah tidak berfungsi dengan baik.
Keterbatasan ruang juga memaksa Dispora melakukan penyesuaian fungsi ruangan. Garasi kendaraan kini digunakan sebagai ruang keuangan, sementara ruangan yang sebelumnya merupakan dapur dialihfungsikan menjadi ruang perencanaan.
“Karena keterbatasan ruang, beberapa fasilitas terpaksa kami manfaatkan untuk kebutuhan kerja agar pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.
Selain kerusakan fisik bangunan, sebagian ruangan juga tidak lagi dialiri listrik karena dikhawatirkan terjadi korsleting akibat kondisi bangunan yang lembab dan sering kemasukan air saat hujan.
Saat musim hujan, air yang masuk ke dalam ruangan membuat kondisi gedung semakin lembab dan sulit kering. Situasi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan sekaligus kesehatan pegawai.
Akibat kondisi tersebut, sebagian ASN memilih berkumpul dan bekerja di area sekretariat yang dianggap lebih aman dibandingkan ruangan lain yang mengalami kerusakan.
Dispora Bengkulu Selatan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kantor tersebut melalui program rehabilitasi menyeluruh, termasuk penataan ulang ruangan agar seluruh bidang dapat bekerja dalam satu kawasan yang lebih representatif.
“Kami berharap gedung sekretariat dan bidang bisa ditata kembali menjadi satu kesatuan sehingga pelayanan dan koordinasi dapat berjalan lebih baik.
Namun tentu kami memahami kondisi anggaran daerah saat ini,” kata Toyo.
Meski demikian, Dispora Bengkulu Selatan telah mengusulkan rehabilitasi bangunan tersebut dalam pembahasan Anggaran Perubahan Tahun 2026.
Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan demi mendukung peningkatan pelayanan serta pembinaan kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Editor: Dodi