SMAN 7 Kota Bengkulu Kembalikan Menu MBG, Sekolah Pilih Tak Ambil Risiko untuk Siswa

SMAN 7 Kota Bengkulu Kembalikan Menu MBG, Sekolah Pilih Tak Ambil Risiko untuk Siswa

👤 Oleh Redaksi
🕒 September 6, 2026
Image : SMAN 7 Kota Bengkulu mengembalikan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat pendistribusian, Kamis (3/9/2026).

Bengkulu, Poroskeadilan.com.  – SMAN 7 Kota Bengkulu mengembalikan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat pendistribusian, Kamis (3/9/2026). Langkah itu diambil sebagai bentuk kehati-hatian setelah pihak sekolah menilai kondisi salah satu menu ikan yang diterima perlu mendapat perhatian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak sekolah memilih tidak mendistribusikan makanan tersebut kepada siswa demi menghindari risiko apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pihak sekolah juga disebut akan tetap berhati-hati dalam menerima dan menyalurkan menu MBG, khususnya jika terdapat makanan yang dinilai kondisinya kurang meyakinkan.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gading Cempaka, Yayasan Rasyi Cahaya Harapan, Rahmat N. Prayogo, membenarkan adanya pengembalian menu MBG oleh SMAN 7 Kota Bengkulu.

Ia mengatakan, dari total 18 titik pendistribusian MBG pada hari tersebut, hanya satu titik, yakni SMAN 7 Kota Bengkulu, yang mengembalikan menu.

> “Dari 18 titik pendistribusian, hanya satu titik di SMAN 7 Kota Bengkulu yang mengembalikan. Yang lainnya aman, tidak ada pengembalian. Padahal semua prosesnya sama, mulai dari penggorengan dan lain-lain,” kata Prayogo kepada media, Kamis (3/9/2026).

Prayogo menjelaskan, berdasarkan laporan dari PIC sekolah, ikan yang diterima dinilai masih berlendir atau belum cukup matang.

Namun, menurutnya, ikan tersebut telah dimasak menggunakan metode tepung krispi dan sengaja tidak dibuat terlalu garing agar tekstur dagingnya tetap lembut.

> “Sebenarnya tidak ada apa-apa. Keluhan yang kami dapat di lapangan menyebutkan ikan yang diterima kondisinya berlendir. Kalau berbicara kondisi ikan, ikannya menggunakan tepung krispi dan memang tidak dibuat terlalu garing agar daging ikan tetap lembut,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Iqbal Rahmadan, juga membenarkan adanya penarikan kembali menu MBG dari SMAN 7 Kota Bengkulu.

Menurutnya, berdasarkan keterangan PIC sekolah, saat pengecekan awal terdapat ikan yang dianggap belum matang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan langsung oleh Kepala SPPG di lapangan, ikan tersebut dinyatakan sudah matang.

Meski demikian, penarikan menu tetap dilakukan sebagai langkah antisipatif.

> “Memang ada penarikan kembali. Dari keterangan PIC sekolah, pada pengecekan awal terdapat ikan yang dianggap belum masak. Namun, setelah dicek oleh Kepala SPPG di lapangan, ikan tersebut sudah masak. Demi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka dilakukan penarikan kembali,” kata Iqbal.

Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pelaksanaan Program MBG di Kota Bengkulu, menyusul adanya langkah kehati-hatian dari pihak sekolah dalam memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan untuk dikonsumsi.

Editor : Doni