Bupati Kepahiang Tekankan Sinergi dalam Pengembangan Akses WKP Panas Bumi

Bupati Kepahiang Tekankan Sinergi dalam Pengembangan Akses WKP Panas Bumi

👤 Oleh Redaksi
🕒 Agustus 14, 2026
🗂️ Kepahiang
Ket : Bupati Kepahiang Tekankan Sinergi dalam Pengembangan Akses WKP Panas Bumi (image/ps 14/08/2026)

Kepahiang, Poroskeadilan.com. Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, perusahaan dan masyarakat dalam mendukung tahapan awal peningkatan jalan dan jembatan menuju lokasi pengeboran Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Forkopimda yang membahas pelaksanaan tahapan awal peningkatan jalan dan jembatan akses menuju lokasi pengeboran WKP Kepahiang, Jumat (14/8/2026).

Menurut Zurdi Nata, Kabupaten Kepahiang memiliki potensi panas bumi strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur pendukung harus dilaksanakan secara aman, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Keberhasilan pembangunan akses jalan dan jembatan menuju lokasi pengeboran memerlukan sinergi seluruh unsur Forkopimda, perangkat daerah, perusahaan dan masyarakat,” kata Bupati.

Sementara itu, Manager PLN UPP Sumbagsel 2 (SBS 2) Adi Saputro menjelaskan, PLTP Kepahiang direncanakan memiliki kapasitas akhir 2×55 megawatt (MW). Pada tahap awal, pengembangan ditargetkan mencapai 30 MW dan mulai beroperasi secara komersial pada 2030.

Jika telah mencapai kapasitas penuh 110 MW, pembangkit tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 867 GWh listrik per tahun. Pengembangan ini sekaligus diharapkan memperkuat bauran energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan Sumatera.

“Pengembangan panas bumi tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyediaan energi, tetapi juga berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat Kepahiang,” ujar Adi.

Ia mengatakan, pengembangan PLTP berpotensi membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi, sekaligus mendorong peningkatan infrastruktur daerah.

Untuk tahap awal, pekerjaan yang disiapkan meliputi penguatan badan jalan, pengamanan lereng, perbaikan drainase, serta perkuatan atau penggantian jembatan yang belum memadai.

Selain pembangunan infrastruktur, manfaat ekonomi bagi masyarakat juga didorong melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Salah satunya melalui program BENDERANG (Berdaya dan Sejahtera Warga Air Sempiang) di Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan, yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan pelaku UMKM.

Pengembangan panas bumi juga berpotensi memberikan penerimaan bagi negara dan daerah melalui skema penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan bonus produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PLN menegaskan, pengembangan WKP Kepahiang saat ini masih berada pada tahap penyelesaian perizinan, pengadaan lahan dan persiapan infrastruktur. Pengeboran eksplorasi belum dimulai.

Tahapan terdekat yang akan dilakukan adalah pekerjaan sipil berupa peningkatan akses menuju lokasi wellpad KPH-A, KPH-B dan KPH-C.

Bupati Kepahiang berharap seluruh tahapan pengembangan dapat berjalan aman dan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial. Di sisi lain, proyek tersebut diharapkan mampu mendukung masuknya investasi, menggerakkan perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepahiang.

“Pengembangan PLTP Kepahiang diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah dengan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan serta keterlibatan masyarakat lokal,” tegas Zurdi Nata.

Editor: Doni