Kapolri Cup 2026 Digelar, Polri Gandeng PBSI dan NPCI Perkuat Pembinaan Bulu Tangkis Nasional

Kapolri Cup 2026 Digelar, Polri Gandeng PBSI dan NPCI Perkuat Pembinaan Bulu Tangkis Nasional

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 24, 2026
🗂️ SPORT
Image : Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Bulutangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan

Jakarta, Poroskeadilan.com. – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri”, turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara bertema “Polri untuk Masyarakat.”

Kejuaraan akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di tiga lokasi, yakni Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu, Jakarta.

Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Bulutangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, mengatakan kejuaraan ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui olahraga. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan membangun sportivitas, mempererat kebersamaan, serta memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pembinaan prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun sportivitas, kebersamaan, serta mempererat sinergi dan kolaborasi antara Polri dengan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan,” kata Ahmad Ramadhan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Gandeng PBSI dan NPCI

Dalam penyelenggaraannya, Polri berkolaborasi dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) sebagai bentuk komitmen mendukung pembinaan bulu tangkis nasional sekaligus menghadirkan kompetisi yang inklusif.

Kejuaraan mempertandingkan kategori umum kelompok usia U-15 (Pemula), U-17 (Remaja), dan U-19 (Taruna), kategori Polri yang diikuti jajaran Polda dan satuan kerja Mabes Polri, serta kategori disabilitas yang melibatkan atlet NPCI.

Untuk kategori umum dipertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sebanyak 591 atlet dari 91 klub ambil bagian pada kelompok usia, sedangkan kategori Polri diikuti 558 peserta yang tergabung dalam 62 regu.

Sementara itu, kategori disabilitas mempertandingkan nomor Wheelchair, Standing Lower, Standing Upper, serta Short Stature untuk sektor putra dan putri.

Momentum Bersejarah bagi Atlet Disabilitas

Sekretaris Jenderal NPCI, Ukun Rukaendi, mengapresiasi Polri yang untuk pertama kalinya memberikan ruang bagi atlet penyandang disabilitas tampil dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup.

“Ini merupakan sejarah bagi NPCI karena untuk pertama kalinya diberikan ruang dalam sebuah kompetisi tingkat nasional seperti Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup. Polri telah memberikan perhatian, penghargaan, serta pengakuan kepada para atlet penyandang disabilitas melalui pemberian ruang dan kesempatan yang setara,” ujarnya.

Pada edisi tahun ini, kategori disabilitas diikuti 70 atlet dari 10 provinsi. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan atlet menuju berbagai kejuaraan internasional.

Menurut Ukun, keterlibatan atlet disabilitas juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk berprestasi.

PBSI Optimistis Lahirkan Atlet Potensial

Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, turut mengapresiasi komitmen Polri dalam mendukung pembinaan bulu tangkis nasional melalui penyelenggaraan Kapolri Cup 2026.

Menurutnya, kompetisi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan atlet karena menjadi wadah mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mempersiapkan diri menuju level yang lebih tinggi.

“Kami optimistis kejuaraan ini akan berlangsung kompetitif dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial masa depan Indonesia,” kata Ricky.

Ia juga mengapresiasi kehadiran kategori beregu Polri dan kategori disabilitas yang dinilai menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan olahraga yang semakin inklusif.

Seluruh pertandingan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 menggunakan sistem gugur. Para juara akan memperoleh sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Selain pertandingan, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan yang terbuka untuk masyarakat umum. Polri berharap penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga nasional, meningkatkan sportivitas, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Editor : Doni