Transportasi Laut dan Udara Bengkulu Melambat pada Mei 2026, Aktivitas Bongkar Muat Barang Justru Meningkat

Transportasi Laut dan Udara Bengkulu Melambat pada Mei 2026, Aktivitas Bongkar Muat Barang Justru Meningkat

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 5, 2026
🗂️ NEWS
Image/Transportasi Laut dan Udara Bengkulu Melambat pada Mei 2026, /sumber fb disway

Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat aktivitas transportasi laut dan udara di Bengkulu mengalami perlambatan pada Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan terjadi pada jumlah perjalanan kapal, penerbangan, serta jumlah penumpang. Namun, aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Pulau Baai justru menunjukkan tren positif.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan secara umum mobilitas masyarakat pada sektor transportasi mengalami penurunan selama Mei 2026.

“Data BPS menunjukkan aktivitas transportasi pada Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan April 2026, terutama pada jumlah penumpang angkutan laut maupun udara. Namun, di sisi lain aktivitas logistik melalui Pelabuhan Pulau Baai masih menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Win Rizal.

Berdasarkan data BPS, lalu lintas angkutan laut di Provinsi Bengkulu pada Mei 2026 tercatat sebanyak 74 kapal atau turun 6,33 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 79 kapal.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang angkutan laut. Pada Mei 2026, jumlah penumpang tercatat sebanyak 1.668 orang, turun 12,58 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 1.908 penumpang.

Di tengah penurunan mobilitas penumpang, aktivitas logistik di Pelabuhan Pulau Baai justru mengalami peningkatan.

Total volume barang yang dibongkar dan dimuat selama Mei 2026 mencapai 216.189 ton atau naik 3,36 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 209.160 ton.

BPS menilai peningkatan aktivitas bongkar muat barang tersebut menunjukkan sektor distribusi dan logistik di Bengkulu masih tetap bergerak positif meski mobilitas penumpang melalui moda transportasi laut dan udara mengalami perlambatan pada periode yang sama.

Editor: Doni