Menpora Lepas 3.500 Peserta Bhinneka Run 2026, Gaungkan Persatuan dan Gaya Hidup Sehat

Menpora Lepas 3.500 Peserta Bhinneka Run 2026, Gaungkan Persatuan dan Gaya Hidup Sehat

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 5, 2026
🗂️ SPORT
Image/sumber kompas.com

Jakarta, Poroskeadilan.com. – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat melepas 3.500 peserta Bhinneka Run 2026 di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Mengusung tema “Different Stories, One Finish Line”, ajang lari ini menjadi wadah untuk mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.

Menpora Erick Thohir mengatakan tema tersebut mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga. Menurutnya, olahraga bukan hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan.

“Fondasi bangsa kita adalah Bhinneka Tunggal Ika dan itu menjadi kekuatan yang membuat Indonesia tetap bersatu hingga hari ini. Dengan segala perbedaan agama, suku, dan lebih dari 17 ribu pulau, kita tetap menjadi satu bangsa. Saya berharap generasi muda terus menjaga persatuan dan kesatuan karena itu menjadi fondasi Indonesia hari ini dan masa depan,” ujar Erick Thohir.

Sebanyak 3.500 pelari mengikuti tiga kategori lomba, yakni 3 kilometer (3K), 5 kilometer (5K), dan 10 kilometer (10K). Rute perlombaan melintasi berbagai rumah adat serta ikon budaya dari berbagai provinsi di kawasan TMII.

Suasana perlombaan semakin meriah dengan penampilan seni budaya Nusantara, seperti tanjidor, jathilan, tari Tor-Tor, barongsai, hingga angklung yang menghibur sekaligus menyemangati peserta sepanjang lintasan.

Tidak hanya menjadi ajang olahraga, Bhinneka Run 2026 juga mengusung misi sosial. Sebagian hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk pengadaan buku bagi anak-anak dan remaja guna meningkatkan literasi. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk mendukung pemenuhan gizi anak melalui penyaluran susu dan buah kepada yayasan yang telah ditetapkan.

Ajang ini juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi. Sejumlah peserta pengguna kursi roda tampak mengikuti perlombaan hingga garis finis, menunjukkan semakin terbukanya akses olahraga yang inklusif di Indonesia.

Menpora Erick menegaskan pemerintah terus berkomitmen menghadirkan fasilitas olahraga yang ramah disabilitas, sebagaimana telah dimulai sejak penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi penyandang disabilitas. Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 25,9 juta jiwa dan sekitar 11 persen di antaranya aktif berolahraga. Karena itu, kami terus mendorong para atlet disabilitas agar memiliki karier yang lebih panjang, termasuk menjadi pelatih dan guru olahraga bagi generasi berikutnya,” katanya.

Menurut Erick, penyelenggaraan Bhinneka Run 2026 menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi ruang bersama untuk memperkuat persatuan, membangun gaya hidup sehat, sekaligus menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.

Editor: Doni