Peringati Harganas 2026, Bupati Kepahiang Ajak Keluarga Lindungi Generasi Muda dari Dampak Negatif Era Digital

Peringati Harganas 2026, Bupati Kepahiang Ajak Keluarga Lindungi Generasi Muda dari Dampak Negatif Era Digital

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juni 30, 2026
🗂️ Kepahiang
Image : Upacara peringatan Harganas yang digelar di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang, Senin (29/6/2026).

Kepahiang, Poroskeadilan.com. – Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.I.P. menegaskan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman negatif di era digital.

Hal itu disampaikan Bupati saat memimpin upacara peringatan Harganas yang digelar di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ia menegaskan bahwa Harganas bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat fungsi keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

«”Harganas bukan sekadar tanggal seremonial, melainkan jeda kultural dan refleksi nasional untuk menengok kembali apakah keluarga kita telah menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang,” ujar Bupati.»

Bupati juga mengingatkan bahwa berkurangnya komunikasi di lingkungan keluarga kerap digantikan oleh pengaruh dunia digital yang tidak selalu membawa dampak positif. Oleh karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif mendampingi dan mengawasi anak-anak agar terhindar dari berbagai ancaman, seperti kecanduan gawai, paparan konten pornografi, hingga perundungan siber (cyberbullying).

«”Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai algoritma digital yang tidak bermoral. Jangan biarkan meja makan menjadi sunyi karena semua sibuk menatap layar. Luangkan waktu untuk berdialog dengan anak-anak,” pesannya.»

Menurut Zurdi Nata, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Keberhasilan pembangunan ekonomi dan infrastruktur tidak akan berarti tanpa didukung sumber daya manusia yang berkarakter, bermoral, dan memiliki daya saing.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), sehingga mampu melahirkan generasi yang siap menyongsong masa depan.

“Mari rapatkan barisan dan satukan tekad demi kehormatan bangsa serta masa depan generasi penerus. Bersama-sama kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar mampu memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Bupati.

Editor : Doni