Ngaku Jadi Korban Pengeroyokan di Splash Hotel Bengkulu, Pemuda Asal Sumsel Lapor Polisi
Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Seorang pemuda asal Provinsi Sumatera Selatan berinisial RA (28) melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialaminya di Lobby Splash Hotel, Kota Bengkulu, pada Senin (22/6/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat RA mengaku sedang beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan perut serta melaporkannya ke Satreskrim Polresta Bengkulu.
Menurut keterangan RA, ia melakukan check-in di kamar nomor 121 sekitar pukul 02.11 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, pintu kamarnya sempat digedor seseorang. Tak lama berselang, seorang wanita tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
RA mengaku terkejut lantaran merasa tidak pernah memesan tamu ataupun membuka pintu kamar.
Menurut pengakuan korban, wanita tersebut mengaku datang karena mendapat pesanan dari penghuni kamar 121. Merasa tidak mengenal wanita itu, RA meminta agar yang bersangkutan menghubungi nomor pemesan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan kamar. Namun, permintaan tersebut disebut tidak diindahkan.
Merasa privasinya terganggu, RA kemudian mendatangi resepsionis hotel untuk mempertanyakan bagaimana orang lain bisa masuk ke dalam kamarnya. Berdasarkan keterangan yang diterimanya dari petugas hotel, wanita tersebut disebut langsung menuju kamar tanpa terlebih dahulu melapor kepada resepsionis.
Keributan kemudian terjadi di area hotel. RA mengaku sempat terlibat adu mulut dengan wanita tersebut, di mana keduanya saling merekam menggunakan telepon genggam. Saat wanita itu diduga berusaha merebut ponsel miliknya, RA mengaku mempertahankannya hingga terjadi kontak fisik.
Tak lama kemudian, wanita tersebut diduga memanggil dua pria yang kemudian datang dan langsung memukul korban di bagian kepala serta perut. Akibatnya, RA mengalami luka akibat dugaan pengeroyokan tersebut.
Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, wanita bersama dua pria yang diduga melakukan penganiayaan itu telah meninggalkan hotel.
Sementara itu, pemilik Splash Hotel, Yuan De Gama, membenarkan adanya insiden pemukulan terhadap salah satu tamu hotel pada dini hari tersebut. Ia mengatakan pihak hotel telah menyerahkan rekaman CCTV beserta keterangan para karyawan kepada kepolisian sebagai bahan penyelidikan.
Meski demikian, Yuan membantah keterangan korban yang menyebut pintu kamar dibuka dari luar. Berdasarkan informasi dari karyawan serta rekaman CCTV, menurutnya pintu kamar diduga dibuka dari dalam sebelum wanita tersebut masuk.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Bengkulu. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Editor : Doni