Persiapan Festival Tabut 2026 Bengkulu Capai 80 Persen, Rangkaian Acara Digelar Nonstop 10 Hari

Persiapan Festival Tabut 2026 Bengkulu Capai 80 Persen, Rangkaian Acara Digelar Nonstop 10 Hari

👤 Oleh Redaksi
🕒 Mei 29, 2026
🗂️ Budaya
Image : Kurator Seni Budaya Festival Tabut 2026, Junaidi Zul

Bengkulu, Poroskeadilan.com. Persiapan pelaksanaan Festival Tabut 2026 di Kota Bengkulu terus dimatangkan. Panitia memastikan progres persiapan kegiatan budaya tahunan tersebut kini telah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen.

Kurator Seni Budaya Festival Tabut 2026, Junaidi Zul mengatakan, berbagai persiapan mulai dari pembukaan, penutupan, perlombaan tradisional hingga pentas seni sudah hampir rampung.

“Persiapannya sejauh ini sekitar 70 sampai 80 persen. Untuk opening dan closing sudah berjalan. Kemudian lomba-lomba juga sudah technical meeting. Baik permainan ikan, telong-telong, tari, semuanya sudah siap,” ujar Junaidi.

Ia menjelaskan, seluruh pengisi acara dan talent untuk berbagai pertunjukan budaya juga telah dipastikan siap tampil selama festival berlangsung.

Menurutnya, Festival Tabut 2026 akan dipenuhi berbagai kegiatan seni dan budaya tanpa jeda selama 10 hari pelaksanaan. Aktivitas festival dijadwalkan dimulai sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari.

“Kegiatan selama Festival Tabut 2026 tidak akan kosong. Mulai siang sampai malam akan ada pagelaran budaya dan pentas seni terus menerus selama 10 hari,” katanya.

Meski pelaksanaan tahun ini masih berada dalam situasi efisiensi anggaran, panitia tetap berupaya maksimal agar festival berlangsung meriah dan sukses.

“Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, kami tetap berusaha maksimal supaya acara ini tetap sukses dan meriah,” tambahnya.

Dari sisi fasilitas pendukung, panitia menyiapkan lebih dari 200 unit tenda UMKM. Sebanyak 20 unit di antaranya disediakan secara gratis bagi pelaku usaha kecil.

Sementara itu, harga sewa tenda komersial bervariasi mulai dari Rp4 juta hingga Rp12 juta, tergantung ukuran dan lokasi.

Antusiasme pedagang dari luar daerah juga mulai terlihat. Sejumlah pelaku usaha dari berbagai kota disebut telah melakukan pemesanan tenda, mulai dari Bekasi hingga sejumlah daerah di Sumatera seperti Jambi, Palembang, Padang, dan Lampung.

Junaidi menyebut, terdapat sejumlah perubahan konsep penataan dibanding festival tahun sebelumnya. Salah satu yang paling mencolok adalah sterilisasi area di luar panggung utama.

“Sepanjang jalan dari Horizon sampai Bencoolen Mall nanti tidak ada tenda jualan maupun permainan. Semua dipusatkan di dalam area Sport Center,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan ritual sakral Tabut tetap dipusatkan di kawasan Lapangan Merdeka dekat Polresta Bengkulu dan kawasan Kampung Tabut.

Prosesi budaya seperti Malam Tabut Besanding dan Arak Gedang juga akan kembali digelar di Lapangan Tugu, termasuk prosesi Mengambik Tanah yang direncanakan diawali pelepasan dari Gedung Daerah seperti tradisi pada masa lalu.

Junaidi berharap prosesi pelepasan serupa juga dapat kembali dilakukan saat ritual Tabut Buang agar nuansa budaya lama tetap terjaga.

“Harapannya saat Tabut Buang nanti juga ada pelepasan lagi seperti dulu. Jadi memang antara KKT dan pemerintah sejalan untuk menjaga tradisi Tabut tetap hidup,” tutupnya.

Editor : Doni