Rachmat Pambudy: Kopi Bengkulu Salah Satu Terbaik, Saatnya Go Global
Bengkulu, Poroskeadilan.com – Bengkulu kembali mencuri perhatian di tingkat nasional lewat komoditas unggulannya: kopi. Dalam forum strategis yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (23/4), Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, berdialog langsung dengan petani dan pelaku usaha kopi setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Rachmat menilai kopi Bengkulu memiliki kualitas yang sangat kompetitif, bahkan layak disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Namun, ia juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi, terutama pada aspek promosi dan pemasaran yang dinilai belum optimal.
Menurutnya, potensi besar ini membutuhkan strategi branding yang kuat agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Tanpa penguatan identitas dan pemasaran, nilai tambah kopi Bengkulu dikhawatirkan belum bisa dimaksimalkan.
Sebagai langkah konkret, Rachmat mengusulkan pembentukan pusat pengembangan kopi terpadu. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara petani, pelaku usaha, hingga pemerintah dalam membangun ekosistem kopi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Suasana akrab dan hangat antara pemerintah pusat-daerah dengan petani dan pelaku usaha kopi Bengkulu. (Murdani)
Ia menegaskan pentingnya menyatukan seluruh rantai industri kopi dalam satu sistem yang terarah, sehingga pengembangan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada produk, Bengkulu juga didorong untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kopi. Salah satu gagasan yang mencuat adalah mencetak barista profesional yang mampu bersaing di kancah global, bahkan berpotensi menjadi “ekspor jasa” dari daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Sekretaris Daerah, Herwan Antoni, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kopi sebagai sektor unggulan.
Pemerintah, kata dia, akan fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas, sekaligus memperluas jaringan pemasaran agar daya saing kopi Bengkulu semakin kuat.

Suasana akrab dan hangat antara pemerintah pusat-daerah dengan petani dan pelaku usaha kopi Bengkulu. (Murdani)
Dukungan tersebut juga diharapkan dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Salah satunya disampaikan Abdul Khafi S., yang berharap adanya pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat usaha kopi di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Bengkulu memiliki luas lahan kopi sekitar 90 ribu hektare dengan produksi mencapai 50–55 ribu ton per tahun. Angka ini menempatkan Bengkulu sebagai salah satu dari lima besar produsen kopi nasional.
Produksi tersebut didominasi kopi robusta yang tersebar di wilayah seperti Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong—yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
Dengan potensi yang besar, penguatan promosi, hilirisasi, serta pembangunan pusat pengembangan terpadu diyakini mampu mengangkat posisi Bengkulu sebagai salah satu pusat kopi unggulan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global.
Penulis: Murdani
Editor: Hari Budi
📌 Artikel Terkait
-
Orasi Ilmiah di UNIB: Mahasiswa Diminta Siap Bersaing di Kancah Dunia🗓️ April 24, 2026
-
Pertemuan Strategis di Jakarta, Pendidikan Bengkulu Jadi Sorotan🗓️ April 23, 2026
-
Tabligh Akbar di Bengkulu, Menag Ajak Jaga Harmoni dan Persatuan🗓️ April 23, 2026