Bhinneka Tunggal Ika di Era Helmi-Mian: Satukan Keberagaman Etnis dan Agama

Bhinneka Tunggal Ika di Era Helmi-Mian: Satukan Keberagaman Etnis dan Agama

👤 Oleh Redaksi
🕒 Februari 21, 2026

Bengkulu, Poroskeadilan.com – Gebrakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Ir. Mian mulai membuahkan hasil signifikan. Transformasi ini tidak hanya terlihat pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada tatanan birokrasi yang kini benar-benar mencerminkan semangat kemajemukan NKRI.

​Juru Bicara Gubernur Bengkulu, H. Zulkarnain Kaka Jodho (yang akrab disapa ZKJ atau Gusdur Bengkulu), mengungkapkan bahwa lompatan anggaran pembangunan jalan dan jembatan di era Helmi-Mian sangat fantastis.

​ZKJ memaparkan perbandingan data yang mencolok terkait keberpihakan anggaran pada mobilitas rakyat.

  1. ​Anggaran Sebelumnya: Hanya berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.
  2. Era Helmi-Mian: Melonjak drastis menyentuh angka Rp600-an miliar.

​”Ini bukan sekadar angka, tapi soal akses ekonomi rakyat. Selain jalan, program Ambulans Bantu Rakyat yang sempat diragukan kini faktanya sudah ratusan unit tersebar hingga ke pelosok desa di seluruh Provinsi Bengkulu,” tegas ZKJ saat diwawancarai di Balai Raya Semarak. Sabtu, 20 Febuari 2026.

​Dari sisi birokrasi, ZKJ menyoroti langkah inklusif Gubernur dengan ditunjuknya Dr. H. Herwan Antoni sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif. Ini merupakan sejarah baru sejak masa reformasi.

​”Setelah sekian lama, akhirnya putra terbaik dari etnis terbesar, suku Rejang, kembali menduduki kursi Sekda. Terakhir kali kita mencatat nama Alm. H. Wahidun Nurdin Djangdjaya pada periode 1997-1999. Ini bukti Helmi-Mian tidak melihat sekat etnis,” tambah ZKJ.

​ZKJ menjelaskan bahwa kekuatan utama kepemimpinan saat ini adalah heterogenitas. Komposisi pimpinan di Bengkulu saat ini merupakan perpaduan berbagai latar belakang:

  1. Gubernur Helmi Hasan: Mewakili suara Bengkulu Selatan (Serawai) melalui ikatan keluarga besar tokoh terpandang, Drs. H. Barullah Abbas.
  2. Wagub Ir. Mian: Representasi etnis Jawa-Batak.
  3. Kabinet OPD: Diisi oleh figur-figur dari suku Semaku, Lembak, Minang, Lampung, Bugis, hingga keberagaman agama, seperti Kadis Perindag yang beragama Kristen.

​”Bengkulu adalah Bumi Merah Putih. Dengan keragaman etnis di jajaran OPD, kita punya jaringan lobi yang kuat di Pemerintah Pusat. Setiap kepala dinas punya ‘koneksi suku’ untuk menarik dana pusat ke daerah. Inilah strategi mempercepat kemajuan Bengkulu,” tutup Bang Zul.