Pemprov Bengkulu Dorong UMKM Perluas Pasar Usai Bencoolen Fest 2026

Pemprov Bengkulu Dorong UMKM Perluas Pasar Usai Bencoolen Fest 2026

👤 Oleh Redaksi
🕒 Oktober 12, 2026
Image : Penutupan Bencoolen Fest 2026, Minggu (11/10/2026).

Bengkulu, Poroskeadilan.com. — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal setelah mengikuti Bencoolen Fest 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Biro (Karo) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, Hendra Gunawan, S.E., M.Si., saat membacakan sambutan Gubernur Bengkulu pada penutupan Bencoolen Fest 2026, Minggu (11/10/2026).

Hendra mengatakan, festival yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga harus mampu membuka peluang usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan transaksi berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang telah memotivasi UMKM kita untuk terus berkembang,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, Bencoolen Fest 2026 melibatkan 25 pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut mencatat transaksi penjualan UMKM lebih dari Rp1 miliar. Capaian ini dinilai menunjukkan besarnya potensi produk lokal apabila didukung promosi, kolaborasi, dan akses pasar yang lebih luas.

Selain mendorong transaksi penjualan, Bencoolen Fest 2026 juga membuka peluang kerja sama bisnis, termasuk kolaborasi Kelompok Tani Paksi Jaya bersama PT Alco Sumatera dalam pengembangan komoditas kopi.

Hendra berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan sehingga kopi dan komoditas unggulan lainnya dari Bengkulu memiliki kesempatan lebih besar untuk menembus pasar ekspor.

“Kami berharap kerja sama seperti ini terus dikembangkan, sehingga tidak hanya kopi, tetapi juga komoditas unggulan lainnya dari Bengkulu dapat menembus pasar luar negeri,” katanya.

Menurut Hendra, keberhasilan sebuah festival tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung dan nilai transaksi selama kegiatan berlangsung. Hal yang lebih penting adalah keberlanjutan dampaknya terhadap perkembangan usaha masyarakat.

“Festival yang berhasil bukanlah sekadar festival yang ramai saat berlangsung, melainkan festival yang meninggalkan peluang baru dan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, bahkan setelah panggung ini selesai,” tegasnya.

Karena itu, Pemprov Bengkulu mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang terbentuk selama festival. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan transaksi berulang dan membuka akses bagi produk UMKM ke pasar yang lebih besar.

Hendra juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada kemasan produk, tetapi turut menjaga kualitas, ketepatan waktu pengiriman, serta kepercayaan konsumen.

Menurutnya, konsistensi kualitas dan kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli menjadi faktor penting dalam membangun daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar.

“Pasar yang besar tidak dimenangkan oleh siapa yang paling murah, tetapi siapa yang dapat diandalkan,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bencoolen Fest 2026 juga menghadirkan inisiatif wakaf produktif yang direncanakan disalurkan kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk budidaya ikan lele dengan sistem keramba.

Hendra menilai inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menghubungkan aktivitas ekonomi dengan manfaat sosial bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemprov Bengkulu untuk terus bersinergi dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra dalam memperluas pemasaran produk unggulan daerah. Bencoolen Fest 2026 pun resmi ditutup dengan harapan dapat memperkuat UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara berkelanjutan.

Editor : Doni