Bencoolen Fest 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar UMKM, BI Bengkulu Dorong Transaksi Digital
Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pasar, peningkatan produktivitas, serta pemanfaatan sistem pembayaran digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan dr
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Oktama, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pemberian akses pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan pasar yang jelas agar produk yang dihasilkan dapat terserap dan usaha mereka berkembang secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Irfan Oktama dalam sambutannya pada pembukaan Bencoolen Fest 2026.
“Pengembangan UMKM melalui pembiayaan bukanlah satu-satunya jawaban. Tanpa memberikan kepastian pasar dan meningkatkan produktivitas UMKM, pembiayaan justru berisiko menjadi beban bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Menurutnya, UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperoleh akses pasar lebih luas, dan menghasilkan produk yang diterima masyarakat akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Bencoolen Fest 2026 merupakan bentuk sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, serta berbagai pihak dalam mendorong kemajuan UMKM di Provinsi Bengkulu.
“Bencoolen Fest ini bukan hanya milik Bank Indonesia, melainkan menjadi kegiatan kita bersama untuk menumbuhkan UMKM di Bengkulu agar semakin maju dan siap memasuki pasar yang lebih luas,” katanya.
Muhammad Irfan menambahkan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian daerah.
Selama tiga hari pelaksanaan, Bencoolen Fest 2026 menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari promosi produk UMKM, peragaan busana atau fashion show, edukasi, hingga penguatan digitalisasi dan inklusi keuangan.
Pada malam pembukaan, peragaan busana melibatkan organisasi perempuan di Provinsi Bengkulu, di antaranya Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, serta organisasi perempuan lainnya. Pada malam berikutnya, kegiatan fashion show dibuka untuk umum, sedangkan malam ketiga melibatkan perwakilan dari kalangan perbankan.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti talk show kreatif yang membahas pengembangan UMKM, digitalisasi usaha, serta perluasan pemasaran produk.
BI Bengkulu turut menghadirkan pengalaman transaksi digital agar masyarakat dapat mencoba langsung kemudahan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk transaksi lintas negara atau cross-border.
Kegiatan lainnya berupa aktivitas menikmati kopi sambil berwakaf, serta kehadiran stan perbankan dan layanan pemerintah daerah yang mendukung elektronifikasi transaksi.
Muhammad Irfan mengajak masyarakat untuk meramaikan Bencoolen Fest 2026 dengan mengunjungi stan dan membeli produk-produk UMKM yang dipamerkan.
Menurutnya, pembelian produk secara langsung merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal agar dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran selama bertransaksi di lokasi kegiatan.
“Pembayaran menggunakan QRIS mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi UMKM, transaksi digital dapat membantu pencatatan keuangan dan membangun rekam jejak transaksi usaha,” jelasnya.
Rekam jejak transaksi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkuat administrasi keuangan sehingga lebih siap memenuhi persyaratan untuk mengakses pembiayaan dari perbankan.
Melalui Bencoolen Fest 2026, Bank Indonesia berharap tercipta sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem UMKM di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini juga diharapkan memberikan hasil nyata bagi peningkatan kapasitas usaha, perluasan pasar, serta percepatan digitalisasi transaksi UMKM di daerah.
Editor : Doni
🗓️ Oktober 9, 2026