Tujuh Tahun Program Takziah Malam Ketiga, Wali Kota Dedy Wahyudi Ajak Warga Hidupkan Kembali Risma

Tujuh Tahun Program Takziah Malam Ketiga, Wali Kota Dedy Wahyudi Ajak Warga Hidupkan Kembali Risma

👤 Oleh Redaksi
🕒 September 23, 2026
Image : Takziah malam ketiga di rumah duka Alm. Zulkarnain (Ujang), yang meninggal dunia pada usia 74 tahun, di Jalan Merawan 9 RT 23 RW 06, Kelurahan Sawah Lebar, Selasa malam (22/9/2026).

Bengkulu, Poroskeadilan.com.  – Program takziah malam ketiga yang digagas Pemerintah Kota Bengkulu telah memasuki tahun ketujuh. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program tersebut.

Hal itu disampaikan Dedy saat menghadiri takziah malam ketiga di rumah duka Alm. Zulkarnain (Ujang), yang meninggal dunia pada usia 74 tahun, di Jalan Merawan 9 RT 23 RW 06, Kelurahan Sawah Lebar, Selasa malam (22/9/2026).

Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elfian, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Camat Ratu Agung, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bengkulu.

Dalam sambutannya, Dedy mengatakan program takziah malam ketiga telah berjalan selama tujuh tahun dan akan terus dilanjutkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

> “Program ini Alhamdulillah sudah berjalan tujuh tahun dan kita lanjutkan. Maka saya hadir malam ini selaku pemerintah, selaku keluarga dan sahabat bapak ibu sekalian untuk menghibur,” ujar Dedy.

Pada kesempatan itu, ia juga memanjatkan doa agar almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Selain menyampaikan belasungkawa, Dedy mengajak masyarakat kembali mengaktifkan Remaja Islam Masjid (Risma) sebagai wadah pembinaan generasi muda.

> “Tolong aktifkan lagi Risma. Anak-anak kita ajak ke masjid. Saya berharap kalau ada acara-acara yang jadi MC-nya itu Risma. Risma yang sudah aktif contohnya Risma di Kelurahan Berkas. Tapi anak-anak muda sekarang nongkrongnya di kafe, kapan ke masjidnya. Asyik pegang HP, kapan pegang Alquran,” kata Dedy.

Menurutnya, keberadaan Risma dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak muda untuk aktif dalam kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di lingkungan masyarakat.

Editor : Doni