SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Perkuat Peran Pers Kawal Pembangunan Desa

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Perkuat Peran Pers Kawal Pembangunan Desa

👤 Oleh Redaksi
🕒 Agustus 29, 2026
🗂️ NASIONAL
Image : Pokja Newsroom Jaga Desa

Jakarta, Poroskeadilan.com. – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai langkah strategis memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan desa sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengukuhan berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, di tengah dinamika nasional yang diwarnai demonstrasi serta maraknya informasi simpang siur yang berpotensi menimbulkan distorsi terhadap situasi keamanan dan stabilitas.

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., menegaskan desa harus ditempatkan sebagai garda depan sekaligus etalase negara.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Program Newsroom Jaga Desa pada tahap awal melibatkan lima provinsi sebagai pilot project, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Menurut Firdaus, kelima provinsi tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari konsolidasi program secara serentak di seluruh Indonesia.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI. Namun, dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” katanya.

Hasyim Apresiasi SMSI

Kegiatan tersebut menghadirkan Hasyim S. Djojohadikusumo sebagai keynote speaker dalam dialog nasional. Hasyim mengapresiasi inisiatif SMSI dan menilai kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kondisi Jakarta tetap aman dan kondusif.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ujar Hasyim.

Adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto itu mengatakan kehadirannya juga menjadi kesaksian langsung mengenai kondisi Jakarta.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata bahwa di sini, Jakarta, aman dan kondusif. Selamat SMSI. Ini kegiatan positif dan sangat bagus,” katanya.

Pers Diminta Kedepankan Data dan Fakta

Dalam dialog tersebut, Hasyim mengingatkan insan pers agar menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab dengan mengedepankan data dan fakta.

Menurutnya, informasi yang disampaikan tanpa konteks dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegas Hasyim.

Ia juga mengungkapkan rencana dialog dengan sejumlah elemen mahasiswa dari BEM UI, BEM UGM, dan BEM ITB. Dialog tersebut diharapkan menghasilkan masukan, koreksi, serta rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” ujarnya.

Dorong Pembenahan Gedung Dewan Pers

Selain membahas kualitas informasi publik, kegiatan tersebut juga menyoroti kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai perlu ditingkatkan.

Firdaus mengatakan Gedung Dewan Pers merupakan salah satu pusat aktivitas pers nasional. Namun, kondisi fasilitas saat ini dinilai belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh konstituen Dewan Pers.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas. Segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodasi. Jadi mereka terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” jelas Firdaus.

Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan fasilitas dan performa Gedung Dewan Pers agar semakin representatif sebagai pusat kegiatan dan pengembangan pers nasional.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Hasyim. Ia menyatakan akan menindaklanjutinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru mendapat masukan ini sekarang. Kemarin saya baru saja bertemu dan berdialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” kata Hasyim.

Kegiatan pengukuhan diikuti lebih dari 100 peserta dan undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur sekaligus pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto dari PTIK dan berlangsung interaktif dengan sejumlah tanggapan serta masukan kritis dari peserta.

Editor : Doni