Teuku Zulkarnain Apresiasi Festival Solo Song GEMAWASBI, Dorong Lahirnya Bakat Bengkulu

Teuku Zulkarnain Apresiasi Festival Solo Song GEMAWASBI, Dorong Lahirnya Bakat Bengkulu

👤 Oleh Redaksi
🕒 Agustus 25, 2026
Image : Festival Solo Song yang digelar GEMAWASBI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bengkulu, Poroskeadilan.com.— Wakil I DPRD Provinsi Bengkulu sekaligus Pembina GEMAWASBI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, S.E., mengapresiasi pelaksanaan Festival Solo Song yang digelar GEMAWASBI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Teuku Zulkarnain, kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan potensi di bidang seni tarik suara.

“Alhamdulillah, kegiatan-kegiatan lomba nyanyi ini kelihatan positif. Kita tahu banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan GEMAWASBI ini adalah kegiatan-kegiatan positif. Mudah-mudahan ke depan akan muncul bakat-bakat dari anak-anak Bengkulu yang nantinya naik ke pentas nasional,” ujar Teuku Zulkarnain.

Ia menilai pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi di tingkat daerah sangat penting sebagai langkah awal untuk melahirkan talenta yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Bagaimana kita bisa jadi juara nasional kalau kegiatan-kegiatan seperti ini tidak pernah kita buat,” tegasnya.

Teuku Zulkarnain juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan semangat nasionalisme yang terus didorong di Provinsi Bengkulu sebagai Bumi Merah Putih. Menurutnya, semangat kebangsaan dapat ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.

“Apalagi kita sudah mencanangkan Provinsi Bengkulu ini sebagai Bumi Merah Putih. Tentunya semangat nasionalisme harus kita tumbuh kembangkan melalui kegiatan-kegiatan positif,” katanya.

Ia berharap kegiatan seni dan kreativitas di Bengkulu dapat dikembangkan secara beragam. Menurutnya, berbagai bidang perlu mendapatkan ruang agar potensi masyarakat dapat berkembang secara seimbang.

“Bengkulu itu seperti taman bunga. Taman bunga itu indah kalau bunganya warna-warni. Begitu juga Bengkulu. Harus ada lomba nyanyi, lomba ngaji, seni, kegiatan religius. Jangan sampai hanya lomba nyanyi saja, tapi harus berimbang,” jelasnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Teuku Zulkarnain turut menyampaikan kebanggaannya terhadap GEMAWASBI yang tetap mampu menyelenggarakan kegiatan besar dan positif bagi masyarakat.

“Ini luar biasa. Kami selaku dewan pembina bangga melihat GEMAWASBI mampu melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan ke depan terus berkarya sehingga Bengkulu ini menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Festival Solo Song GEMAWASBI diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan pencarian bakat bagi generasi muda Bengkulu untuk berkembang hingga mampu tampil di tingkat nasional.

Editor : Doni