Presiden Prabowo Dorong Inovasi Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan

Presiden Prabowo Dorong Inovasi Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan

👤 Oleh Redaksi
🕒 Agustus 25, 2026
🗂️ NASIONAL
Image : Presiden Prabowo Dorong Inovasi Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan.

Palembang, Poroskeadilan.com. — Presiden Prabowo Subianto melanjutkan koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra. Presiden tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Senin (24/8/2026), dan langsung memimpin rapat bersama jajaran terkait di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan yang berada di kawasan bandara.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo mendorong seluruh jajaran pemerintah untuk terus mencari inovasi dalam penanganan karhutla. Salah satunya dengan mengembangkan bahan pemadam alternatif yang dapat digunakan untuk memadamkan api maupun mencegah penyebarannya secara lebih efektif.

Presiden menegaskan, seluruh sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal dalam upaya mengatasi karhutla.

Berbagai metode penanganan, lanjut Presiden, perlu terus dievaluasi agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh.

Selain itu, Presiden Prabowo meminta Panglima TNI untuk menguji coba kemampuan Tim Alpha dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Untuk jangka panjang, Presiden mendorong jajarannya menjadikan tantangan kawasan gambut sebagai peluang untuk mengembangkan solusi yang lebih inovatif dalam mencegah dan menangani karhutla.

Salah satu langkah yang didorong adalah memperbanyak pembangunan sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut yang produktif. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan sumber air sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran di wilayah rawan karhutla.

Presiden menekankan pentingnya kolaborasi, pemanfaatan teknologi, serta inovasi berkelanjutan agar penanganan karhutla di Sumatra dapat dilakukan secara lebih optimal.

Sumber: BPMI Setpres

Editor: Doni