Yosia Yodan bersiap Menuju Ujian Terbuka Sabuk Hitam Karate Combat
Bengkulu, Poroskeadilan.com. — Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk membangun kemampuan, disiplin, sekaligus mental dalam dunia bela diri. Perjalanan tersebut kini membawa Yosia Yodan pada satu tahapan penting: ujian sabuk hitam Karate Combat Association.
Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu dan aktivitasnya sebagai pengusaha, Yosia tetap menyempatkan diri menjalani latihan secara konsisten. Baginya, bela diri bukan hanya tentang kemampuan bertarung, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter, kedisiplinan dan ketahanan mental.
Karate Combat Association merupakan organisasi bela diri karate independen yang mengembangkan karate dengan pendekatan real fight. Sistemnya dikenal sebagai Bubishi Ryu.
Berbeda dengan karate yang hanya berorientasi pada teknik pertandingan, latihan Karate Combat menitikberatkan pada kemampuan menghadapi pertarungan secara nyata. Berbagai aspek dipelajari secara menyeluruh, mulai dari atemi waza atau teknik serangan tangan seperti zuki dan empi, geri waza atau teknik tendangan, termasuk hiza geri, hingga nage waza untuk teknik bantingan.
Selain itu, terdapat pula ne waza yang berkaitan dengan pergumulan serta kansetsu waza untuk teknik kuncian.
Dalam latihan uke atau tangkisan, karateka tidak hanya melakukan gerakan secara individu. Teknik tersebut dilatih bersama pasangan dengan adanya serangan yang datang, sehingga kemampuan bertahan dibangun berdasarkan situasi yang lebih realistis.
Karate Combat Association sendiri berdiri secara independen dan tidak berada di bawah naungan FORKI serta tidak terlibat dalam kegiatan FORKI. Sistem pembinaan yang dikembangkan juga membuka peluang bagi para atlet untuk tampil di pertandingan profesional, termasuk PRIME KUMITE (Karate Combat Indonesia) hingga kompetisi combat sport profesional seperti MMA.
Menjelang ujian, Yosia mengaku meningkatkan keseriusan dalam menjalani latihan. Terlebih, ujian kali ini akan dinilai oleh para praktisi yang memiliki pengalaman dan prestasi di bidang Karate Combat.
“Saya latihan dengan serius karena tim penguji merupakan orang-orang yang memang memiliki pengalaman dan prestasi. Ada Sensei Deni Arif dan Sensei Deni Daffa yang merupakan juara nasional Karate Combat. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya untuk memberikan yang terbaik,” ujar Yosia.
Ujian tersebut akan melibatkan empat penguji, yakni Master Dedy Armansyah sebagai Ketua Dewan Guru, bersama Sensei Deni Arif, Sensei Deni Daffa, dan Sensei Safran Aziz sebagai anggota tim penguji.
Master Dedy Armansyah yang telah mendampingi Yosia dalam proses latihan selama kurang lebih empat tahun menilai Yosia telah memiliki kesiapan untuk mengikuti ujian tersebut.
“Saya sudah melatih Yosia Yodan kurang lebih empat tahun. Saya melihat proses dan perkembangan beliau selama latihan. Menurut saya, beliau sudah layak untuk mengambil ujian sabuk hitam ini,” ujar Master Dedy.
Bagi Yosia, sabuk hitam nantinya bukan sekadar tanda kenaikan tingkat. Ada proses panjang, latihan, kedisiplinan dan tanggung jawab yang melekat di baliknya.
Kini, satu tahapan penting telah di depan mata. Yosia memilih menjalaninya dengan satu prinsip sederhana: datang dengan persiapan, berlatih dengan serius, dan memberikan kemampuan terbaik.
Editor : Doni
🗓️ Agustus 20, 2026
🗓️ Agustus 18, 2026