Pemkot Bengkulu Gandeng Tokoh Lintas Agama Perangi Narkoba, Dedy: Sekitar 4.000 Warga Terindikasi Pengguna

Pemkot Bengkulu Gandeng Tokoh Lintas Agama Perangi Narkoba, Dedy: Sekitar 4.000 Warga Terindikasi Pengguna

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 28, 2026
Image : Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar Pertemuan Lintas Agama guna mempercepat realisasi visi "Kota Bengkulu Bersinar" (Bersih dari Narkoba).

Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar Pertemuan Lintas Agama guna mempercepat realisasi visi “Kota Bengkulu Bersinar” (Bersih dari Narkoba). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (28/7/2026), dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Yeni Puspita, Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto, Kepala BNN Kota Bengkulu, Ketua FKUB Kota Bengkulu Yulkamra, Kepala Kesbangpol Saipul Apandi, para tokoh lintas agama, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkoba di Kota Bengkulu telah menjadi ancaman serius karena menyasar kelompok usia produktif, mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.

Berdasarkan data prevalensi, kata Dedy, sekitar 1,3 persen dari total penduduk Kota Bengkulu atau kurang lebih 4.000 orang diperkirakan merupakan pengguna narkoba.

“Dari sekitar 409.900 jiwa penduduk Kota Bengkulu, jika dihitung berdasarkan prevalensi sekitar 1,3 persen, jumlah pengguna narkoba mencapai kurang lebih 4.000 orang. Ini angka yang sangat besar dan menjadi perhatian kita bersama,” ujar Dedy.

Ia mengaku pernah menantang Kepala BNN Kota Bengkulu untuk menghadirkan satu kelurahan yang benar-benar bebas dari narkoba. Namun, menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba sudah menyebar hampir ke seluruh wilayah.

“Saya pernah bertanya apakah bisa kita wujudkan satu kelurahan yang benar-benar bersih dari narkoba. Jawabannya tidak bisa. Itu menunjukkan bahwa narkoba sudah menjalar ke mana-mana, dan yang paling memprihatinkan adalah penggunanya berada di usia produktif,” katanya.

Selain narkoba, Pemkot Bengkulu juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan lem Aibon di kalangan remaja. Dedy menjelaskan, lem tersebut dihirup untuk mendapatkan efek halusinasi, padahal dampaknya sangat berbahaya karena dapat merusak otak dan sistem saraf secara permanen.

Ia juga menyinggung maraknya aksi kenakalan remaja, termasuk keberadaan geng motor yang membawa senjata tajam dan berkoordinasi melalui media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama.

Dedy menilai keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun tindak kriminal. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak.

“Survei menunjukkan rata-rata anak yang terjerumus narkoba berasal dari keluarga yang broken home atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seharusnya jika anak belum pulang hingga pukul 22.00 WIB, orang tua sudah mencari keberadaannya, bukan justru bersikap acuh,” tegasnya.

Melalui forum lintas agama tersebut, Wali Kota mengajak para ustaz, pendeta, pemuka agama Hindu, Buddha, dan tokoh agama lainnya untuk terus menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba dalam setiap khotbah, ceramah, maupun tausiah agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Pemkot Bengkulu bersama DPRD Kota Bengkulu telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Prekursor, serta Zat Adiktif Lainnya.

Selain itu, Tim Terpadu P4GN dan Relawan Anti-Narkoba juga telah dibentuk hingga tingkat kelurahan dengan dukungan anggaran dari pemerintah daerah guna memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Di akhir arahannya, Dedy turut menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga fasilitas umum dan kebersihan kota. Ia menyayangkan masih adanya aksi vandalisme, seperti pembakaran tong sampah di kawasan pantai hingga pencurian fasilitas taman di kawasan Kampung Cina.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Kota Bengkulu yang bersih, aman, dan nyaman tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, keluarga, dan generasi muda.

Editor : Doni