IPB Ungkap Penyebab Malam Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau, Ini Penjelasannya

IPB Ungkap Penyebab Malam Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau, Ini Penjelasannya

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 23, 2026
🗂️ NEWS
Image : Ilustrasi Fenomena Bediding, dimana suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hari selama musim kemarau.

Bogor, Poroskeadilan.com.  – Suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hari selama musim kema merupakan fenomena alam yang normal dan dikenal dengan istilah bediding. Fenomena ini umumnya terjadi pada periode Juni hingga September dan bukan disebabkan secara langsung oleh perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Givo Alsepan, sebagaimana dikutip dari laman resmi IPB University, Kamis (23/7/2026).

Menurut Givo, bediding merupakan fenomena atmosfer yang terjadi akibat proses pendinginan radiasi yang berlangsung sangat efektif pada malam hari sehingga suhu minimum harian mengalami penurunan cukup signifikan.

“Bediding merupakan fenomena atmosfer yang normal terjadi selama musim kemarau. Ia tidak berdiri sendiri, melainkan manifestasi dari proses fisik atmosfer. Kondisi ini terjadi ketika suhu minimum harian turun cukup signifikan akibat pendinginan radiasi yang berlangsung sangat efektif,” ujar Givo.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa kondisi atmosfer yang lazim terjadi selama musim kemarau. Salah satu faktor utama adalah kondisi langit yang cenderung cerah pada malam hari.

Langit yang minim tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih mudah dilepaskan ke atmosfer dan luar angkasa. Akibatnya, suhu udara di dekat permukaan tanah turun lebih cepat sehingga udara terasa lebih dingin saat malam hingga dini hari.

Meski demikian, Givo menegaskan bahwa perubahan iklim tetap dapat memengaruhi karakteristik fenomena bediding, seperti intensitas maupun pola kejadiannya. Namun, penyebab utama suhu malam yang lebih dingin pada musim kemarau tetap berkaitan dengan dinamika atmosfer yang terjadi secara musiman.

Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap fenomena tersebut karena merupakan bagian dari siklus cuaca yang normal. Namun, menjaga kondisi tubuh tetap penting dilakukan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.

Editor : Doni